Metode Pendidikan Orang Dewasa

Jumat, 14 Maret 2014

Metode yang dapat digunakan dalam pendidikan orang dewasa sangat banyak. Mulai dari penyajian formal sampai dengan widyawisata. Pengetahuan tentang metode ini sangat penting agar dapat menentukan metode yang sesuai dengan program pendidikan orang dewasa yang dilaksanakan. Metode pendidikan orang dewasa ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu (1) kontinum proses belajar, dan (2) jenis pertemuan yang dilakukan dalam pendidikan orang dewasa

1. Kontinum proses belajar sebagai dasar metode POD
Metode pendidikan orang dewasa sebaiknya dipilih berdasarkan tujuan pendidikan, yang pada garis besarnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1.      Membantu orang menata pengalaman masa lalu yang dimilikinya melalui cara baru, seperti konsultasi, latihan kepekaan, dan beberapa jenis latihan manajemen, yang membantu individu untuk dapat lebih memanfaatkan apa yang telah diketahuinya, dan
2.      Memberikan pengetahuan atau keterampilan baru, yakni mendorong individu untuk meraih pengetahuan atau keterampilan yang sudah dimilikinya.
Posisi atau sifat pengalaman belajar dalam kontinum proses belajar dapat memengaruhi beberapa hal berikut ini.
1.      Persiapan dan orientasi bagi proses belajar
2.      Suasana dan kecepatan belajar
3.      Peran dan sikap pembimbing
4.      Peran dan sikap peserta didik
5.      Metode yang diterapkan agar usaha belajar berhasil.

2. Pemilihan jenis pertemuan
Metode ini biasa digunakan dalam pendidikan orang dewasa. Ada beberapa jenis pertemuan yang dapat dipilih seseorang guna menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Pemilihan jenis pertemuan yang memuaskan tergantung pada apa yang ingin diselesaikan. Jenis-jenis pertemuan yang umum dilakukan dalam POD adalah sebagai berikut:

1.   Institusi. Mereka yang ikut dalam institusi adalah orang yang tertarik dalam bidang khusus. Dalam suatu institusi, serta identifikasi akan berlangsung pemberian informasi dan instruksi, serta identifikasi masalah dan pemecahannya. Keterbatasan instritusi, yaitu tujuan akhirnya sering tidak tercapai, dikarenakan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengorganisasikan suatu institusi dan melihat perkembangannya, ada beberapa perencana yang tidak mau menyisihkan waktunya untuk keperluan itu. Hal ini harus menjadi tantangan bagi tim kerja dan keahlian pemimpinnya.

2.  Konvensi. Peserta datang dari kelompok lokal yang merupakan organisasi orang tua baik dari tingkat kabupaten, provinsi, ataupun tingkat nasional. Salah satu manfaat konvensi adalah memberikan peserta secara individual kesempatan melihat organisasi sebagai suatu badan penting di mana ia mengidentifikasikan dirinya. Jika konvensi dilaksanakan dengan baik, loyalitas peserta akan termotivasi, egonya akan berkurang, dan dedikasinya akan menguat. Kelehan konvensi adalah jika pelaksanaan kurang baik, maka tidak dapat memberikan motivasi kepada peserta. Semakin besar ruang lingkup konvensi, menyebabkan masing-masing peserta tidak saling mengenal.

3.  Konferensi. Petemuan dalam kelompok besar maupun kelompok kecil. Jumlah peserta dalam konfensi mungkin hanya dua orang, atau sampai lima puluh orang atau lebih namun, jumlahnya tidak sebanyak peserta institusi. Keterbatasan konferensi adalah ketidakpastian kehadiran peserta, sulitnya megevaluasi apa yang telah dicapai dalam konferensi dan apa yang akan dikerjakan sebagai tindak lanjut.

4.    Lokakarya (Workshop). Pertemuan orang yang bekerja sama dalam kelompok kecil, biasanya dibatasi pada masalah yang berasal dari mereka sendiri. Peran peserta diharapkan untuk dapat mengahasilkan produk tertentu.

5.      Seminar. Secara umum dikenal sebagai lembaga belajar. Tujuan seminar adalah untuk mempelajari subjek di bawah seorang  pimpinan yang menguasasi bidang yang diseminarkan. Seminar sering berhubungan erat dengan riset. Seminar tidak dapat digunakan secara universal karena beragamnya latar belakang orang.

6.   Kursus Kilat. Institusi yang sangat intensif selama satu hari atau lebih tentang beberapa subjek khusus. Materinya disajikan dalam bentuk modul dan dimaksudkan untuk membantu peserta mengerjakan tugas secara lebih baik sesuai dengan pekerjaannya setelah kembali ke rumah. Kursus tidak terlalu menjadi daya tarik yang universal, sulit bagi perencana untuk mengembankgkan program yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan setiap orang yang terkait.

7.    Kuliah Bersambung. Suatu rangkaian penyajian yang diberikan oleh dosen dengan periode waktu satu kali per hari, satu kali per minggu, atau satu kali per bulan. Selang waktu antara masing-masing kuliah bervariasi. Keterbatasan kuliah bersambunga adalah dosen harus bekerja keras untuk mempersiapkan materinya dan cukup sulit untuk mendorong peserta melakukan tindakan tertentu.

8.      Kelas Formal. Pendidikan orang dewasa biasanya bergabung dengan program sekolah. Mereka yang hadir telah menyatakan minat mereka dan telah mendaftar, membayar uang pendaftaran, dan setuju terikat dengan peraturan program institusi.

9.   Diskusi Terbuka. Salah satu jenis pendidikan orang dewas yang sangat penting. Orang-orang yang berperan aktif yang cukup ahli dalam proses kelompok untuk memanfaatkan teknik secara penuh dalam meningkatkan kebebasan mengeluarkan pendapat.

Metode dalam pertemuan secara lengkap terdiri atas:
1.      Penyajian formal : ceramah atau kuliah, simposium, diskusi panel, dan kolokium.
2.   Teknik diskusi : diskusi kelompok dengan wakil pemimpik (xo-leader), kelompok hunddle, sesi buzz , teknik ”Philips 66”, tim pimpinan,tim pendengar, permainan peran, skit drama, curah pendapat (branstorming), diskusi informal, debat, diskusi mangkok ikan (fishbowl discussion), teknik kelompok nominal, forum kuliah, forum simposium, dan forum panel.
3.      Demonstrasi dan laboratorium : demonstrasi metode (cara), demonstrasi hasil, dan prosedur laboratorium
4.      Widyawisata
5.      Audiovisual dan komunikasi tertulis

0 komentar:

Posting Komentar

Jumat, 14 Maret 2014

Metode Pendidikan Orang Dewasa

Metode yang dapat digunakan dalam pendidikan orang dewasa sangat banyak. Mulai dari penyajian formal sampai dengan widyawisata. Pengetahuan tentang metode ini sangat penting agar dapat menentukan metode yang sesuai dengan program pendidikan orang dewasa yang dilaksanakan. Metode pendidikan orang dewasa ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu (1) kontinum proses belajar, dan (2) jenis pertemuan yang dilakukan dalam pendidikan orang dewasa

1. Kontinum proses belajar sebagai dasar metode POD
Metode pendidikan orang dewasa sebaiknya dipilih berdasarkan tujuan pendidikan, yang pada garis besarnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1.      Membantu orang menata pengalaman masa lalu yang dimilikinya melalui cara baru, seperti konsultasi, latihan kepekaan, dan beberapa jenis latihan manajemen, yang membantu individu untuk dapat lebih memanfaatkan apa yang telah diketahuinya, dan
2.      Memberikan pengetahuan atau keterampilan baru, yakni mendorong individu untuk meraih pengetahuan atau keterampilan yang sudah dimilikinya.
Posisi atau sifat pengalaman belajar dalam kontinum proses belajar dapat memengaruhi beberapa hal berikut ini.
1.      Persiapan dan orientasi bagi proses belajar
2.      Suasana dan kecepatan belajar
3.      Peran dan sikap pembimbing
4.      Peran dan sikap peserta didik
5.      Metode yang diterapkan agar usaha belajar berhasil.

2. Pemilihan jenis pertemuan
Metode ini biasa digunakan dalam pendidikan orang dewasa. Ada beberapa jenis pertemuan yang dapat dipilih seseorang guna menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Pemilihan jenis pertemuan yang memuaskan tergantung pada apa yang ingin diselesaikan. Jenis-jenis pertemuan yang umum dilakukan dalam POD adalah sebagai berikut:

1.   Institusi. Mereka yang ikut dalam institusi adalah orang yang tertarik dalam bidang khusus. Dalam suatu institusi, serta identifikasi akan berlangsung pemberian informasi dan instruksi, serta identifikasi masalah dan pemecahannya. Keterbatasan instritusi, yaitu tujuan akhirnya sering tidak tercapai, dikarenakan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengorganisasikan suatu institusi dan melihat perkembangannya, ada beberapa perencana yang tidak mau menyisihkan waktunya untuk keperluan itu. Hal ini harus menjadi tantangan bagi tim kerja dan keahlian pemimpinnya.

2.  Konvensi. Peserta datang dari kelompok lokal yang merupakan organisasi orang tua baik dari tingkat kabupaten, provinsi, ataupun tingkat nasional. Salah satu manfaat konvensi adalah memberikan peserta secara individual kesempatan melihat organisasi sebagai suatu badan penting di mana ia mengidentifikasikan dirinya. Jika konvensi dilaksanakan dengan baik, loyalitas peserta akan termotivasi, egonya akan berkurang, dan dedikasinya akan menguat. Kelehan konvensi adalah jika pelaksanaan kurang baik, maka tidak dapat memberikan motivasi kepada peserta. Semakin besar ruang lingkup konvensi, menyebabkan masing-masing peserta tidak saling mengenal.

3.  Konferensi. Petemuan dalam kelompok besar maupun kelompok kecil. Jumlah peserta dalam konfensi mungkin hanya dua orang, atau sampai lima puluh orang atau lebih namun, jumlahnya tidak sebanyak peserta institusi. Keterbatasan konferensi adalah ketidakpastian kehadiran peserta, sulitnya megevaluasi apa yang telah dicapai dalam konferensi dan apa yang akan dikerjakan sebagai tindak lanjut.

4.    Lokakarya (Workshop). Pertemuan orang yang bekerja sama dalam kelompok kecil, biasanya dibatasi pada masalah yang berasal dari mereka sendiri. Peran peserta diharapkan untuk dapat mengahasilkan produk tertentu.

5.      Seminar. Secara umum dikenal sebagai lembaga belajar. Tujuan seminar adalah untuk mempelajari subjek di bawah seorang  pimpinan yang menguasasi bidang yang diseminarkan. Seminar sering berhubungan erat dengan riset. Seminar tidak dapat digunakan secara universal karena beragamnya latar belakang orang.

6.   Kursus Kilat. Institusi yang sangat intensif selama satu hari atau lebih tentang beberapa subjek khusus. Materinya disajikan dalam bentuk modul dan dimaksudkan untuk membantu peserta mengerjakan tugas secara lebih baik sesuai dengan pekerjaannya setelah kembali ke rumah. Kursus tidak terlalu menjadi daya tarik yang universal, sulit bagi perencana untuk mengembankgkan program yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan setiap orang yang terkait.

7.    Kuliah Bersambung. Suatu rangkaian penyajian yang diberikan oleh dosen dengan periode waktu satu kali per hari, satu kali per minggu, atau satu kali per bulan. Selang waktu antara masing-masing kuliah bervariasi. Keterbatasan kuliah bersambunga adalah dosen harus bekerja keras untuk mempersiapkan materinya dan cukup sulit untuk mendorong peserta melakukan tindakan tertentu.

8.      Kelas Formal. Pendidikan orang dewasa biasanya bergabung dengan program sekolah. Mereka yang hadir telah menyatakan minat mereka dan telah mendaftar, membayar uang pendaftaran, dan setuju terikat dengan peraturan program institusi.

9.   Diskusi Terbuka. Salah satu jenis pendidikan orang dewas yang sangat penting. Orang-orang yang berperan aktif yang cukup ahli dalam proses kelompok untuk memanfaatkan teknik secara penuh dalam meningkatkan kebebasan mengeluarkan pendapat.

Metode dalam pertemuan secara lengkap terdiri atas:
1.      Penyajian formal : ceramah atau kuliah, simposium, diskusi panel, dan kolokium.
2.   Teknik diskusi : diskusi kelompok dengan wakil pemimpik (xo-leader), kelompok hunddle, sesi buzz , teknik ”Philips 66”, tim pimpinan,tim pendengar, permainan peran, skit drama, curah pendapat (branstorming), diskusi informal, debat, diskusi mangkok ikan (fishbowl discussion), teknik kelompok nominal, forum kuliah, forum simposium, dan forum panel.
3.      Demonstrasi dan laboratorium : demonstrasi metode (cara), demonstrasi hasil, dan prosedur laboratorium
4.      Widyawisata
5.      Audiovisual dan komunikasi tertulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar