Tugas Kelompok Pedagogi

Sabtu, 05 April 2014

TUGAS MATA KULIAH PEDAGOGI
LAPORAN PROSES PEMBELAJARAN DENGAN METODE PENDEKATAN PEDAGOGI

O
L
E
H




FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014



BAB I
LATAR BELAKANG

Taman Kanak-kanak merupakan salah satu bentuk dari pendidikan formal untuk anak-anak usia dini. Dibutuhkan pendidikan sejak usia dini agar ketika anak memasuki pendidikan Sekolah Dasar sudah bisa lebih mampu untuk beradaptasi. Salah satu kemampuan dasar yang seharusnya sudah diajarkan sejak usia dini adalah untuk mengenal huruf dan angka yang dilanjutkan dengan kemampuan membaca serta berhitung.

Pengajaran secara pedagogi diperlukan untuk mengajar anak-anak pada tingkat usia dini dalam kemampuan mengenal huruf, angka, membaca serta berhitung agar bisa menjadi fondasi yang kuat saat memasuki tingkat pendidikan Sekolah Dasar. Sehingga kami dari kelompok 7 mencoba untuk melakukan pengajaran dengan berbasis pedagogi kepada anak-anak tingkat pendidikan usia dini

a.       Komunitas : Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan USU (Kelas B)
                         Jln. Universitas No 73 USU Medan Baru
·         Visi TK DWP USU
-         Terwujudnya anak yang cerdas dan berakhlak mulia
·         Misi TK DWP USU
-      Melaksanakan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum taman kanak-kanak
-          Melaksanakan kegiatan pengetahuan agama, moral dan budi pekerti
-          Melaksanakan kegiatan keterampilan bagi peserta didik
-          Mengembangan kreativitas dan pengetahuan peserta didik
·         Tujuann TK DWP USU
-     Mengembangankan landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreative, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
-   Mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan sosial peserta didik pada masa usia emas pertumbuhan dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.
-     Membantu peserta didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi nilai-nilai agama, moral, sosial emosional, kemandirian, kognitif dan bahasa, dan fisik atau motorik untuk siap memasuki pendidikan dasar.
·         Program Pembelajaran TK DWP USU Kurikulum 2008
Aspek-aspek perkembangan yang meliputi :
1. Bidang pembentukan perilaku
- Moral dan nilai-nilai agama
- Sosial ekonomi dan kemandirian
2. Bidang pengembangan kemampuan dasar
- Berbahasa
- Kogniif
- Fisik
·         Jumlah anak                               : 21 orang
·         Latar belakang pendidikan anak : Taman Kanak-kanak (TK)
·         Kebutuhan anak :
-          Mengenali angka dan huruf yang bentuknya mirip
-          Membaca dan menulis angka
b.      Waktu
·         Jumlah pertemuan           : 3 kali pertemuan
·         Waktu setiap pertemuan : Pukul 08.00 WIB - 09.00 WIB (60 menit)
c.       Setting Tempat
·         Lokasi                           : di dalam ruangan kelas (in door)
·         Fasilitas yang digunakan :
-          Papan tulis
-          Meja
-          Kursi
-          Spidol
-          Penghapus
-          Loker peserta didik
-          Lemari buku
-          Kipas angin
-          AC (Air Condisioner)
-          Perlengkapan permainan (boneka, tempat tidur boneka, balok-balok dan bentuk bangun ruang)
w  Lay out ruangan
-          Meja guru berada di sudut ruangan membelakangi pintu ruangan kepala sekolah
-  Posisi duduk peserta didik dikelompokkan menjadi empat kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari enam orang peserta didik dengan satu buah meja persegi panjang yang dikelilingi enam buah kursi.

BAB II
KONSEP RANCANGAN BELAJAR

a.      Pembagian Sekuen Pembelajaran
1. Pertemuan pertama, Selasa 18 Maret 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan  (10 Menit)
-     Mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, dan menanyakan sarapan apa pagi ini.
-         Berdoa
-        Bernyanyi : “ Disini senang disana senang”
·         Isi (40 menit)
-        Materi : Mengenalkan huruf dan mewarnai
ü  Menunjukkan dan menjelaskan bentuk-bentuk huruf
ü Memberikan LKS yang berisi bentuk-bentuk huruf yang mirip (membentuk sebuah kalimat) yaitu huruf b, d, m, n dan p
ü  Menulis ulang kalimat yang dibentuk dari bentuk-bentuk huruf yang mirip
ü  Mewarni gambar yang ada di LKS
·         Penutup (10 Menit)
-          Memberikan informasi untuk membawa pensil warna
-          Mengulang dengan singkat pelajaran hari ini dengan menyanyikan lagu
A, B, C...”
-          Memberikan snack berupa cokelat kepada seluruh peserta didik
-          Mengucapkan selamat pagi dan selamat beristirahat.

2. Pertemuan kedua, Rabu 19 Maret 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan (10 Menit)
-    Mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, dan menanyakan sarapan apa pagi ini.
-        Berdoa
-        Bernyanyi : “Aku adalah anak gembala ”
·         Isi (40 menit)
-        Materi : Membaca dan menggambar
ü  Secara singkat menggulang materi yang telah diberikan pada hari sebelumnya
ü  Memberikan LKS yang berisi bentuk-bentuk huruf (membentuk kata) yaitu huruf a, c, d, e, i, u,o
ü  Menyuruh kepada beberapa para peserta didik untuk maju kedepan kelas dan mencoba membaca setiap kata yang ada pada LKS
ü  Menyuruh seluruh peserta didik untuk menggambar bebas
·         Penutup (10 Menit)
-        Memberikan snack berupa wafer cokelat kepada seluruh peserta didik
-        Mengucapkan selamat pagi dan selamat beristirahat.

3. Pertemuan ketiga, Kamis 20 Maret 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan (10 Menit)
-    Mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, dan menanyakan sarapan apa pagi ini.
-        Berdoa
-        Bernyanyi : “Satu ditambah satu sama dengan dua”
·         Isi (40 menit)
-        Materi : Berhitung
ü  Memperkenalkan angka-angka
ü Memberikan LKS yang berisi beberapa gambar untuk dihitung berapa banyak jumlah gambar
ü Menyuruh seluruh peserta didik untuk menghitung jumlah gambar yang ada di LKS dan menuliskan jumahnya
·         Penutup (10 Menit)
-          Memberikan kenang-kenangan berupa penghapus kepada seluruh peserta didik
-          Mengucapkan kata-kata perpisahan dan terima kasih kepada peserta didik
-          Mengucapkan selamat pagi dan selamat beristirahat

b.      Pembagian Tugas Kelompok
1.      Pertemuan pertama
w  Guru                : Fithra Runisya
w  Observer          : Anggita Windy
2.      Pertemuan kedua
w  Guru                : Tota Fierda
w  Co Teacher-1   : Permata Putri
w  Co Teacher-2   : Anggita Windy
w  Observer          : Fithra Runisya
3.      Pertemuan ketiga
w  Guru                : Permata Putri
w  Co Teacher-1   : Fithra Runisya
w  Co Teacher-2   : Anggita Windy
w  Observer          : Tota Fierda

c.       Alat Bantu yang Digunakan
1.      Spidol, papan tulis dan penghapus
2.      Kertas origami
3.      Poster huruf
4.      Kerincingan
5.      Alat tulis untuk Observasi (Pulpen dan buku catatan)

BAB III
PROSES PEMBELAJAN

a.      Skenario
1.      Pertemuan Pertama
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat pagi kemudian memperkenalkan diri kepada peserta didik. Selanjutnya bertanya kepada beberapa peserta didik sarapan apa pagi ini. Dilanjutkan dengan mengajak peserta didik untuk berdoa secara bersama-sama sesuai doa yang telah diajarkan oleh gurunya. Kemudian bernyanyi sambil memainkan kerincingan. Memulai pelajaran yang diawali dengan memperkenalkan huruf-huruf yang ada di papan tulis kemudian membagikan LKS kepada peserta didik dan menyuruh mereka untuk menulis ulang huruf-huruf yang membentuk sebuah kalimat dibawah kalimat pada kotak kosong yang telah disedikan. Setelah selesai dilanjutkan dengan mewarnai gambar yang ada pada LKS dan diakhir pertemuan memberikan cokelat kepada seluruh peserta didik sebelum meninggalkan ruangan kelas karena peserta didik akan beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan.

2.      Pertemuan Kedua
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat pagi kemudian memperkenalkan diri kepada peserta didik. Selanjutnya bertanya kepada beberapa peserta didik sarapan apa pagi ini. Dilanjutkan dengan mengajak peserta didik untuk berdoa secara bersama-sama sesuai doa yang telah diajarkan oleh gurunya. Kemudian bernyanyi sambil memainkan kerincingan. Memulai pelajaran yang diawali dengan menggulang secara singkat pelajaran di hari sebelumnya sambil menunjuk huruf-huruf yang ada di papan tulis. Kemudian membagikan LKS kepada peserta didik dan menyuruh mereka untuk membaca huruf-huruf yang membentuk sebuah kata. Dilanjutkan dengan menyuruh beberapa dari peserta didik maju kedepan kelas untuk membaca kata-kata yang ada di LKS. Setelah selesai dilanjutkan dengan menggambar bebas pada kertas LKS yang telah disediakan. Diakhir pertemuan memberikan wafer cokelat kepada seluruh peserta didik sebelum meninggalkan ruangan kelas karena peserta didik akan beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan.

3.      Pertemuan Ketiga
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat pagi. Selanjutnya bertanya kepada beberapa peserta didik sarapan apa pagi ini. Dilanjutkan dengan mengajak peserta didik untuk berdoa secara bersama-sama sesuai doa yang telah diajarkan oleh gurunya. Kemudian bernyanyi sambil memainkan kerincingan. Memulai pelajaran yang diawali memperkenalkan angka-angka dengan menuliskan angka 1-10 di papan tulis. Kemudian membagikan LKS kepada peserta didik dan menyuruh mereka untuk menghitung berapa banyak jumlah gambar yang ada pada LKS dan kemundian dituliskan pada LKS berapa banyak jumlahnya. Dilanjutkan dengan menyuruh beberapa dari peserta didik untuk membacakan berapa jumlah gambar dan jumlah dari gambar-gambar yang telah dijumlahkan. Kemudian mengajak dan mengajarkan peserta didik untuk membuat sebuah karya dari kertas origami berupa bentuk kapal laut, burung bangau, dan topi perawat. Diakhir pertemuan memberikan permen dan kenang-kenangan berupa penghapus kepada seluruh peserta didik. Sebelum meninggalkan ruangan menggucapkan kata-kata perpisahan dan terima kasih kepada seluruh peserta didik.

b.      Objek Observasi
1.      Komunikasi
w  Pertemuan Pertama
Saat memulai pertemuan di dalam kelas, Arum yang berperan sebagai guru mengawali kelas dengan mengucapkan “ selamat pagi adik-adik” dan peserta didik menjawab dengan bersemangat juga “selamat pagi kakak”. kemudian Arum bertanya, “masih ingat gak sama kakak, yang kemarin datang” kemudian peserta didik menjawab “ingat kak, kakak anak FKG itu kan”, menjawab dengan tersenyum, dan ada juga yang menjawab “iya kak, kenal”, ada juga yang menjawab “enggak, kenal kakak”. kemudian Arum memperkenalkan dirinya dan memperkenalkan Anggita juga yang berperan sebagai observer. Kemudian Arum bertanya “karena kakak baru pertama kali datang ke sini, kakak mau dong kenal sama kalian, coba perkenalkan namanya siapa ya, mulai dari kelompok 1-4 (meja pertama-meja keempat) ya adik-adik”. Seluruh peserta didik memperkenalkan dirinya. Kemudian Arum bertanya lagi “apakah adik-adik udah sarapan ? ayo tunjuk tangan ?” lalu beberapa siswa tunjuk tanggan dan Arum bertanya pada beberapa siswa yang tunjuk tangan “Sarapan apa hari ini dek?”, “sarapan telur dan susu kak” menjawab dengan suara yang kuat.
Pertemuan kedua adalah topik mengenal huruf dan mewarnai. Arum memulai pelajaran yang diawali memperkenalkan huruf dari A-Z yang sudah ada di depan kelas. Sambil melihat peserta didik Arum mengajak untuk bersama-sama membaca huruf, “sekarang mari kita baca ya adik-adik, huruf yang ada di papan tulis.” Arum menunjuk huruf secara berurutan dari huruf A-Z dengan memegang spidol untuk menunjukkan huruf A-Z tersebut. Kemudian setelah seluruh peserta didik bisa membaca huruf yang ditanya oleh arum, lalu Arum dan Anggita membagikan LKS pada peserta didik. Kemudian Arum kembali ke depan kelas untuk menjelaskan, tugas yang mau dikerjakan oleh peserta didik, sedangkan Anggita berdiri di belakang untuk melanjutkan observasi.
Arum yang posisinya berada di depan papan tulis menyuruh peserta didik untuk menebal kalimat yang berisi huruf yang putus-putus. Kemudian setelah selesai menebalkan, menyuruh peserta didik untuk mewarnai gambar yang ada di LKS yang ada gambar seorang cewek sedang menulis, “Adik-adik udah dapat kertas LKS dari kak Arum dan kak Anggi kan, sekarang kakak mau jelasin, adik-adik lihat huruf putus-putus yang ada di hadapan adik-adik, huruf putus-putus itu ada di bawah gambar seorang cewek yang sedang menulis, apakah adik-adik melihat hurufnya?. Peserta didik menjawab sambil melihat kertas yang ada di hadapannya. “iya kak”, “lihat kak”. Kita lanjut ya, adik-adik ambil pertengkapan tulisnya lalu menebalkan huruf putus-putus tersebut sampai selesai ya, kalau tidak mengerti nanti bisa tanya kakak, mulai di kerjain ya”. kemudian peserta didik menjawab “iya kak” sambil menebalkan huruf-huruf, beberapa menit kemudian. Kelompok satu (meja pertama) mereka bertanya “kak, gini ya tulisannya”, ada juga yang bertanya “gimana nulisnya kak”, dan ada yang bertanya lagi “ga ngerti kak”. Kemudian Arum, mendatangi beberapa peserta didik yang bertanya, memegang tangan siswa, menulis lembar di LKS siswa, dan melihat mata siswa sambil tersenyum dan beberapa kali Arum mengatakan pada siswa “nah, itu pinter nebalin tulisannya”. Setelah Arum menjelaskan, beberapa siswa tersenyum dan ada yang hanya diam saja kemudian melanjutkan tulisannya. Setelah selesai menebalkan, Arum menyuruh peserta didik untuk mewarnai gambar, “adik-adik udah pada selesaikan menebalkan hurufnya kan, sekarang adik-adik ambil pensil warnanya ya, kita mulai mewarnai gambar”. Seluruh peserta didik mengambil pensil warnanya masing-masing yang berada di loker.

Pada akhir pertemuan, Arum dan Anggi mengucapkan salam penutup bahwa kelas telah berakhir dan memberikan coklat pada seluruh peserta didik. “Adik-adik sudah selesai ya belajarnya hari ini, nanti di rumah belajar nulis lagi ya.. biar makin pinter, kak Arum dan kak Anggi hari ini sudah selesai mengajarnya, besok kakak mau datang lagi ya... nah, kakak mau bagiin cokelat sama adik-adik, siapa yang mau cokelat ?”. Kemudian, peserta didik bersama-sama mengucapkan terima kasih.

w  Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua, yang menjadi guru adalah tota. Peserta didik duduk dibangkunya masing-masing. Tota membuka kelas dengan mengucapkan selamat pagi dan menanyakan kabar adik-adik. Lalu, Tota memperkenakan dirinya dan meminta adik-adik memperkenalkan diri mereka. Tota juga menanyakan kepada adik-adik apakah sudah sarapan apa belum. Tota juga menanyakan apakah adik-adik sudah belajar dirumah apa belum. 
Sebelum memulai pelajaran, tota mengajak adik-adik untuk berdoa, peserta didik mengangkat tangan mereka untuk berdoa. Doa sesuai dengan yang diajarkan oleh guru mereka. Setelah itu tota berkata kepada adik-adik “sudah selesai doa, kita bernyanyi bersama ya?”. Tota mengambil kerincingan dan memukulnya ketangan membentuk irama. Kelas terdengar berisi suara adik-adik dan kami semua ikut bernyayi.
Materi pada pertemuan kedua adalah membaca dan menggambar. Tota memulai pelajaran dengan mengulang pelajaran pada hari pertama. Mengajak adik-adik membaca huruf huruf yang ada dipapan tulis. Tota melihat adik-adik sambil berkata “sekarang mari kita baca huruf yang ada di papan tulis.” Tota menunjuk huruf secara berurutan dari A-Z. Kemudia adik-adik mulai membaca huruf-huruf tersebut. Setelah mengulang pelajaran hari pertama, co-teacher (Putri dan Anggita) mendatangi meja-meja sambil membagikan LKS kepada adik-adik. LKS berisikan kumpulan huruf yang membentuk kata-kata pendek. Setelah LKS dibagikan Tota mengajak adik-adik membaca huruf yang ada di LKS. Adik-adik yang duduk dimeja bagian paling belakang membaca dengan suara lantang. Adik-adik dibagian depan, ada yang ikut membaca dan ada yang tidak ikut membaca. Co-teacher mendatangin meja adik-adik satu persatu untuk membantu adik-adik membaca huruf-huruf yang ada di LKS.
Tota meminta salah satu peserta didik untuk membaca didepan kelas, salah satu peserta didik berdiri dan berjalan kedepan kelas untuk membaca huruf yang ada di LKS. Setelah selesai tota berkata “wah sudah pintar-pintar ya adik-adik semua” ayo kita tepuk tangan untuk kita semua. Semua adik-adik bertepuk tangan dan ada yang tertawa.
Setelah selesai membaca LKS, kelas dipotong dengan istirahat. Setelah istirahat kelas dilanjutkan kembali. Tota meminta adik-adik untuk menggambar bebas, dan kemudian mewarnainya. Setelah selesai semua, kelas diakhiri dengan memberikan snack berupa wafer kepada adik-adik. Sebelum meninggalkan ruangan Tota menggucapkan terima kasih kepada seluruh peserta didik dan menghimbau adik-adik untuk selalu belajar dirumah agar menjadi anak yang pintar dan kelas diakhiri dengan ucapan selamat pagi oleh tota dan kemudian dijawab oleh semua peserta didik.

w  Pertemuan Ketiga
Saat memulai pertemuan di dalam kelas, Putri yang mengambil peran menjadi guru mengucapkan selamat pagi, menyapa “apa kabar hari ini?”, dan menanyakan “adik-adik udah pada sarapan belum? sarapan apa hari ini?” kepada peserta didik yang sudah duduk rapi sesuai di tempatnya masing-masing. Mengucapkan salam serta menyapa sambil tersenyum dan mengerakkan tangannya serta melihat seluruh peserta didik. Putri juga secara khusus menyapa dua orang peserta didik yang bernama Evan dan Yaya dengan mendatangi meja mereka dan sedikit menunduk untuk memegang pundaknya sambil tersenyum serta menanyakan “Evan dan Yaya tadi sarapan apa? minum susu juga kan?”.
Setelah menyapa dilanjutkan dengan berdoa, Putri memimpin Doa sesuai dengan Doa yang telah diajarkan oleh para guru “sebelum kita memulai pelajaran hari ini, mari kita bersama-sama berdoa ya adik-adik. Doa dimulai”. Selesai berdoa dilanjutkan bernyanyi. Putri mengambil kerincingan yang ada di dalam lemari buku dan mulai mengajak peserta didik bernyanyi, “adik-adik sebelum belajar kita nyanyi dulu ya”. Memegang kerincingan dengan tangan sebelah kanan dan mulai memainkannya. Sambil tersenyum dan ikut bernyanyi Putri menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan. Memainkan kerincing dengan cara mengerakkan kerincing dan memukul-mukulkannya ke telapak sebelah kiri, namun sesekali kerincingan dibunyikan dengan menggerak-gerakkannya keatas dan kebawah.
Pertemuan ketiga adalah topik berhitung. Putri memulai pelajaran yang diawali memperkenalkan angka-angka dengan menuliskan angka 1-10 di papan tulis. Sambil melihat peserta didik Putri mengajak untuk bersama-sama membaca angka, “sekarang mari kita baca ya adik-adik angka yang ada di papan tulis.” Putri menunjuk angka secara berurutan dari angka satu (1) sampai sepuluh (10) dengan menggunakan jari telunjuk tangan sebelah kanan. Kemudian co-teacher (Fithra dan Anggita) mendatangi meja-meja sambil membagikan LKS kepada peserta didik. Putri yang posisinya berada di depan papan tulis menyuruh peserta didik untuk menghitung berapa banyak jumlah gambar yang ada pada LKS dan kemundian dituliskan pada LKS berapa banyak jumlahnya. “nah, adik-adik udah dapat kertas LKS dari kak Arum dan kak Anggi kan, sekarang kita belajar berhitung ya,”. Putri memberikan contoh dengan menuliskannya di papan tulis, “contohnya, 2 + 3 = berapa adik-adik? Mari sama-sama kita hitung ya”. Putri menghadap keseluruh peserta didik sambil menggunakan jari tengah dan telunjuk tangan sebelah kanan untuk angka 2 dan jari telunjuk, tengah dan manis untuk angka 3. Seluruh peserta didik mulai menghitung sambil melihat jari-jari Putri, “satu, dua, tiga, empat, lima, berarti 2 + 3 = lima, adik-adik semuanya pada pintar”. Kemudian menyuruh peserta didik untuk mengerjakan hitungan yang ada di LKS, “sekarang adik-adik kerjakan yang ada di LKSnya ya”. Putri, Fithra dan Anggita masing-masing mendampingi satu kelompok peserta didik sambil membantu dan mengajari berhitung.
Setelah peserta didik selesai mengerjakan, dilanjutkan dengan Putri menyuruh beberapa dari peserta didik untuk membacakan jumlah dari gambar-gambar yang telah dijumlahkan pada LKS. “sudah pada selesaikan, ayo sekarang siapa yang mau membacakan jumlah dari gambar-gambarnya?”. Peserta didik yang bernama Nanda membacakannya, sambil tersenyum dan tepuk tangan Putri mengucapkan terima kasih kepada Nanda. “wah,,,Nanda pintar, terima kasih Nanda, tepuk tangannya untuk Nanda ya adik-adik”.
Kemudian Putri mengajak dan mengajarkan peserta didik untuk membuat sebuah karya dari kertas origami berupa bentuk kapal laut, burung bangau, dan topi perawat, “sekarang kita bermain ya adik-adik, melipat kertas origami”. Fithra dan Anggita membagikan kertas origami kepada peserta didik dan duduk bersama mereka sambil mengajarkan mereka cara melipatkan kertas origami.
Diakhir pertemuan Fithra dan Anggita memberikan permen dan kenang-kenangan berupa penghapus kepada seluruh peserta didik. Sebelum meninggalkan ruangan Putri menggucapkan kata-kata perpisahan dan terima kasih kepada seluruh peserta didik. “Adik-adik, kakak, kak Arum, kak Angggi dan kak Tota hari ini sudah selesai mengajarnya. Terima kasih banyak sudah mau belajar dan bermain bersama kami, kapan-kapan kita beajar dan main bersama lagi ya adik-adik. Senang bisa bertemu dengan kalian semua, kalian pintar-pintar dan rajin. Selamat pagi dan selamat beristirahat ya adik-adik”.

2.      Respon Audience
w  Pertemuan Pertama
Saat Arum membuka kelas dengan mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, sudah sarapan atau belum, semua peserta didik menjawab dengan suara yang kuat dengan jawaban berbeda-beda, namun ada juga beberapa peserta didik hanya diam saja saat ditanya. Kemudian saat Arum mengajak peserta didik bernyanyi, semua peserta didik bernyanyi dengan sangat bersemangat, ada yang bernyanyi sambil bertepuk tangan, ada juga yang bernyanyi sambil melipat tangan, ada yang bernyanyi sambil tertawa, ada juga beberapa peserta didik melirik ke kanan dan ke kiri melihat temannya sambil bernyanyi. Peserta didik menyanyikan lagu dari awal sampai akhir dengan suara yang kuat dan ada juga yang pelan. Setelah bernyanyi, Arum mengajak peserta didik untuk berdoa bersama, semua peserta didik bisa mengucapkan doa yang telah diajarkan oleh guru-gurunya sebelumnya dengan pengucapan yang jelas
Saat Arum memulai pelajaran dengan memberikan pertanyaan dengan menunjukkan bentuk huruf yang ada di atas papan tulis, hampir seluruh peserta didik dapat menjawab, ada juga yang menunjuk tangan “saya kak mau jawab”, namun ada juga peserta didik yang hanya diam saja saat ditanya. Karena hampir semua peserta didik menjawab kemudian Arum memberikan LKS yang berisi bentuk-bentuk huruf yang mirip dan mengarahkan peserta didik untuk menuliskan huruf yang ada di LKS, dengan menunjukkan kertas LKS yang mau di tulis oleh peserta didik. Beberapa peserta didik bertanya kepada Arum “ini gimana kak”, ada juga yang bertanya “ini udah benar kak”. Setelah itu, Arum menjelaskan kepada beberapa peserta didik yang bertanya dengan cara mendekatinya, menulis di kertas LKS peserta didik tersebut, dengan membusungkan badannya dan sekali-kali Arum duduk di sebelah peserta didik. Setelah itu, peserta didik kembali menulis dan beberapa menit kemudian peserta didik bertanya lagi pada guru untuk melihat hasil tulisannya “Bu, ini udah “ , “saya sudah siap, Bu”. Kemudian saat Arum menyuruh untuk mewarnai gambar yang ada di LKS, peserta didik langsung mengambil perlengkapan pensil warna yang ada di loker mereka masing-masing. Saat proses mewarnai, seluruh peserta didik bersemangat untuk mengerjakannya dan sekali-kali peserta didik bertanya “cantik, Bu?” , ada juga yang mengatakan “ini gambar saya udah selesai, Bu”.
Secara keseluruhan, seluruh respon peserta didik saat pertemuan pertama ini sangat bersemangat dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan peserta didik juga aktif dalam kelas untuk bertanya hal yang belum dimengerti peserta didik.

w  Pertemuan Kedua
Ketika Tota membuka kelas dengan ucapan selamat pagi dan menanyakan kabar adik adik, semua peserta didik menjawab dengan suara keras. Ada peserta didik yang menjawab “saya lagi sakit kak” dan ada yang menjawab “baik kak”. Ketika Tota mengajak adik adik berdoa, semua adik-adik langsung mengangkat tangan mereka untuk berdoa. Setelah itu Tota mengajak adik-adik bernyanyi, adik-adik dengan senangnya bernyanyi sambil bertepuk tangan dan tersenyum.
Ketika memulai pelajaran, ada adik yang tidak membaca huruf-huruf, dan ada adik yang dengan semangatnya membaca apa yang diperintahkan oleh tota. Adik yang duduk dibagian belakang paling antusias membaca. Sedangkan adik-adik yang duduk dibagian depan ada yang tidak membaca dan ada yang menidurkan kepalanya diatas meja. Adik yang duduk dibagian samping kanan, bercerita sambil sesekali ikut membaca. Setelah pelajaran membaca adik-adik diminta untuk menggambar bebas dan kemudian mewarnainya. Saat menggambar semua adik-adik terlihat sangat antusias dan salah satu anak berkata “saya mau menggambar rumah dan gambar ayah mama kak” diikuti oleh peserta didik lainnya yang berkata “aku mau gambar gunung dan sawah kak”. Semua adik-adik menggambar dengan antusias dan sesekali melihat punya teman satu sama lain dan saling bercanda.

Secara keselurahan respon adik-adik sangat baik walaupun mungkin ada beberapa anak yang tidak terlalu antusias dan malas-malasan. Tetapi proses belajar berjalan dengan baik.

w  Pertemuan Ketiga
Saat Putri memulai kelas dengan mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, sudah sarapan atau belum, semua peserta didik menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda. Mereka menjawab dengan semangat sambil tersenyum dan ada beberapa yang menjawab sambil tertawa dengan suara yang kuat. Ketika Putri bertanya kepada Ivan dan Yaya, mereka berdua menjawabnya dengan cepat dan sambil tersenyum, “sarapan kak, minum susu juga”.
Saat Putri mengajak bernyanyi, semua peserta didik diawal nyanyi sangat bersemangat bernyanyi sambil bertepuk tangan. Menyanyikan lagunya dari awal sampai akhir dengan suara yang bervariasi, ada yang kuat dan ada juga yang pelan. Namun, saat sudah ditengah-tengah nyanyian beberapa peserta didik ada yang melipat tangan di atas meja sambil bernyanyi dan melihat Putri yang sedang bernyanyi di depan kelas, ada juga beberapa peserta didik melirik ke kanan dan ke kiri melihat temannya sambil bernyanyi. Ketika berdoa, semua peserta didik bisa mengucapkan Doa yang telah diajarkan oleh guru-gurunya dengan pengucapan dan suara yang jelas.
Saat memulai pelajaran dengan menunjukkan bentuk-bentuk angka yang ada di papan tulis, hampir seluruh peserta didik secara serentak dan langsung dapat menjawab,  namun ada sekitar 2 atau 3 orang dari peserta didik yang terlihat tidak langsung menjawab tetapi tetap menjawabnya setelah teman-temannya menjawab dengan serentak. Kemudian saat co-teacher (Fithra dan Anggita) memberikan LKS yang berisi gambar-gambar, peserta didik duduk dan bersemangat menerimanya tetapi ada beberapa peserta didik yang sambil berdiri menunggu gilirannya untuk mendapkan LKS, “saya kak, saya mau kak, saya belum dapat kak”. Selanjutnya seluruh peserta didik bersama-sama menuju loker mereka masing-masing untuk mengambil kotak pensil, dan ada juga beberapa peserta didik yang tidak hanya mendatangi lokernya namun sambil melihat-lihat loker temannya. Ketika mulai mengerjakan hitungan yang ada pada LKS, ada beberapa peserta didik yang serius duduk mengerjakan, berjalan dan menuju ke meja kelompok lain, berbicara dengan teman yang ada disebalah kana tau kirinya dan bahkan ada yang menuju meja guru untuk mengambl penghapus, pensil dan rautan yang terletak pada sebuah kotak di atas meja guru.
Hampir seluruh peserta didik bertanya kepada Putri, Arum, dan Anggi untuk menjelaskan bagaimana cara menghitung gambarnya, “kak, kak, kalau yang ini ditambah ini kayakmana kak?”; “kak, ajari yang inilah kak”; “kak, ini benar atau salah kak?”. Semua peserta didik berganti-gantian bertanya kepada Putri, Arum, dan Anggi untuk menanyakan apakah yang mereka kerjakan sudah benar atau salah, apakah tulisan angka mereka benar atau salah, bahkan bertanya bagimana cara menuliskan bentuk angka yang sulit mereka buat. “kak, kak,,,kayakmana nulis angka 3?”; “kak, ini udah benar kak?”: “ini angka 7 kan kak?”. Peserta didik juga saling membantu satu dengan yang lainnya saat ada temannya yang bertanya ataupun meminjam penghapus. 
Saat Putri meminta peserta didik untuk membacakan jumlah dari gambar-gambar yang telah dijumlahkan pada LKS, Nanda dengan cepat dan spontan langsung mengacungkan tangannya sambil tersenyum dan mengatakan, “saya kak, saya kak, saya mau”. Kemudian beberapa dari peserta didik juga mulai ikut mengacungkan tangannya, “saya kak,”; “saya mau kak”; “saya bisa kak”; sayalah kak, saya kak”. Setelah Nanda selesai membacakannya, seluruh peserta didik secara bersama-sama memberikan tepuk tangan sambil tersenyum dan ada beberpa peserta didik bertepuk tangan sambil mengatakan “yee…”.
Kemudian waktu melipat kertas origami, seluruh peserta didik sangat senang dan ada beberapa yang bersorak kegirangan “hore,,,,main origami, aku mau kak, aku mau kak…”. Peserta didik sudah tidak duduk di meja berdasarkan kelompok seperti saat belajar, mereka duduk dimana meja yang mereka suka. Saat kertas origami dibagikan, ada beberapa peserta didik yang meminta warna tertentu dan memilih warna kertas origaminya, “kak, aku mau yang warna cokelat lah kak,”; “kak, aku mau warna pink,”; “kakm aku nggak mau yang ini, aku mau warna kuning aja kak”. Melipatkan kertas origami membuat mereka sangat antusias untuk sama-sama belajar dan bertanya, “oh, jadi gitu melipatnya ya kak,,,”; “kalau udah gini, kayakmana lagi melipatnya kak?; “ajarilah kak melipatnya yang ini,”; “kak, kak, punyaku udah betul kak?”; “punyaku bagus kak?”; “kayakgini kak?”.
Secara keseluruhan, seluruh peserta didik memiliki antusias dan minat yang baik untuk belajar berhitung dan bermain kertas origami yang dibuat oleh kelompok pada pertemuan ketiga.

BAB IV
EVALUASI

Pada saat proses pembelajaran dengan metode pendekatan paedagogi kelompok menyampaikan informasi , pengetahuan kepada subjek didik demi mencapai tujuan yang dikehendaki. Dimana kelompok sudah merencanakan materi yang akan diajarkan terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan dengan melihat kondisi anak, dan kelompok menyesuaikan jadwal pertemuan dengan pihak TK. Meskipun ada sedikit kendala yang dihadapi oleh kelompok, namun kelompok dapat mengatasinya dan menyelesaikan proses mengajar.
Dalam mengajar, kelompok mencoba menjadi komunikator yang unggul dalam berkomunikasi pada anak, menguasai bahan sebelum mengajar dan mencoba menjadi mentor yang berpusat pada anak. Dimana dalam buku Paedagogi, andragogi, dan Heutagogi(Prof. Dr. Sudarwan Danim) disebutkan bahwa guru yang unggul memiliki karekteristik seperti keahlian pokok tentang materi pelajaran secara menyeluruh dan menguasai materi, komunikator yang unggul yang menunjukkan kemampuan berkomunikasi, mentor yang berpusat pada siswa dimana menjadikan siswa sebagai prioritas dan berusaha merangsang stiap siswa belajara melalui metode dan menjadikan siswa aktif.
Selanjutnya, dalam mengajar dan mendidik anak, kelompok mencoba menjadi pribadi yang ideal dalam mengajar  yang mempunyai karakter kesatria, jujur, disiplin, penyayang, antusias, motif bagus, komitmen yang sesuai pada pengajar yang cerdas. Kelompok mencoba datang lebih awal dari anak-anak dan berusaha untuk tidak telat. Kelompok juga menunjukkan rasa sayang dan peduli terhadap anak dan menampilkan keceriaan serta semangat dalam menyampaikan materi.
Disimpulkan bahwa kelompok telah berhasil dalam menyelesaikan tugas proses pembelajaran dengan metode pendekatan pedagogi. Disini kelompok telah mencoba melaksanakan prinsip- prinsip pembelajaran pedagogi dengan mencoba menjadi pedagogis dan kelompok telah berhasil melaksanakannya. Dalam pelaksanaan mengajar kelompok melakukan pendekatan pedagogi modern yaitu pengajaran (teaching) yang dilakukan dengan mentransformasikan pengetahuan, mengawasi dan memfasilitasi pengembangan siswa. Dengan adanya tugas ini kelompok mendapatkan pembelajaran yang penting bahwa menjadi seorang pendidik ataupun menjadi seorang pedagogis itu tidak mudah, banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi, kelompok dituntut untuk lebih sabar dalam mengajar anak. Kelompok juga harus dapat memahami keinginan anak dan menjalin hubungan yang baik dengan anak agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan lancar. Dan tugas lapangan memberikan pengalaman serta pembelajaran yang sangat berarti bagi kelompok.


DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung : Alfabeta
  
LAMPIRAN

a.      Pengeluaran
1. Print dan Fotocopy LKS
- Pertemuan pertama                      : Rp   2.500
- Pertemuan kedua                         : Rp   2.500
- Pertemuan ketiga                         : Rp   2.500
2. Snack
Pertemuan pertama (cokelat)        : Rp 15.000
- Pertemuan kedua (wafer cokelat: Rp 15.000
- Pertemuan ketiga (permen)          : Rp   8.000
3. Kertas Origami                          : Rp   5.000
4. Kenang-kenangan (penghapus)  : Rp 28.000
Jumlah Pengeluaran                   : Rp 78.500


b.      Dokumentasi








































0 komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 05 April 2014

Tugas Kelompok Pedagogi

TUGAS MATA KULIAH PEDAGOGI
LAPORAN PROSES PEMBELAJARAN DENGAN METODE PENDEKATAN PEDAGOGI

O
L
E
H




FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014



BAB I
LATAR BELAKANG

Taman Kanak-kanak merupakan salah satu bentuk dari pendidikan formal untuk anak-anak usia dini. Dibutuhkan pendidikan sejak usia dini agar ketika anak memasuki pendidikan Sekolah Dasar sudah bisa lebih mampu untuk beradaptasi. Salah satu kemampuan dasar yang seharusnya sudah diajarkan sejak usia dini adalah untuk mengenal huruf dan angka yang dilanjutkan dengan kemampuan membaca serta berhitung.

Pengajaran secara pedagogi diperlukan untuk mengajar anak-anak pada tingkat usia dini dalam kemampuan mengenal huruf, angka, membaca serta berhitung agar bisa menjadi fondasi yang kuat saat memasuki tingkat pendidikan Sekolah Dasar. Sehingga kami dari kelompok 7 mencoba untuk melakukan pengajaran dengan berbasis pedagogi kepada anak-anak tingkat pendidikan usia dini

a.       Komunitas : Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan USU (Kelas B)
                         Jln. Universitas No 73 USU Medan Baru
·         Visi TK DWP USU
-         Terwujudnya anak yang cerdas dan berakhlak mulia
·         Misi TK DWP USU
-      Melaksanakan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum taman kanak-kanak
-          Melaksanakan kegiatan pengetahuan agama, moral dan budi pekerti
-          Melaksanakan kegiatan keterampilan bagi peserta didik
-          Mengembangan kreativitas dan pengetahuan peserta didik
·         Tujuann TK DWP USU
-     Mengembangankan landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreative, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
-   Mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan sosial peserta didik pada masa usia emas pertumbuhan dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.
-     Membantu peserta didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi nilai-nilai agama, moral, sosial emosional, kemandirian, kognitif dan bahasa, dan fisik atau motorik untuk siap memasuki pendidikan dasar.
·         Program Pembelajaran TK DWP USU Kurikulum 2008
Aspek-aspek perkembangan yang meliputi :
1. Bidang pembentukan perilaku
- Moral dan nilai-nilai agama
- Sosial ekonomi dan kemandirian
2. Bidang pengembangan kemampuan dasar
- Berbahasa
- Kogniif
- Fisik
·         Jumlah anak                               : 21 orang
·         Latar belakang pendidikan anak : Taman Kanak-kanak (TK)
·         Kebutuhan anak :
-          Mengenali angka dan huruf yang bentuknya mirip
-          Membaca dan menulis angka
b.      Waktu
·         Jumlah pertemuan           : 3 kali pertemuan
·         Waktu setiap pertemuan : Pukul 08.00 WIB - 09.00 WIB (60 menit)
c.       Setting Tempat
·         Lokasi                           : di dalam ruangan kelas (in door)
·         Fasilitas yang digunakan :
-          Papan tulis
-          Meja
-          Kursi
-          Spidol
-          Penghapus
-          Loker peserta didik
-          Lemari buku
-          Kipas angin
-          AC (Air Condisioner)
-          Perlengkapan permainan (boneka, tempat tidur boneka, balok-balok dan bentuk bangun ruang)
w  Lay out ruangan
-          Meja guru berada di sudut ruangan membelakangi pintu ruangan kepala sekolah
-  Posisi duduk peserta didik dikelompokkan menjadi empat kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari enam orang peserta didik dengan satu buah meja persegi panjang yang dikelilingi enam buah kursi.

BAB II
KONSEP RANCANGAN BELAJAR

a.      Pembagian Sekuen Pembelajaran
1. Pertemuan pertama, Selasa 18 Maret 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan  (10 Menit)
-     Mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, dan menanyakan sarapan apa pagi ini.
-         Berdoa
-        Bernyanyi : “ Disini senang disana senang”
·         Isi (40 menit)
-        Materi : Mengenalkan huruf dan mewarnai
ü  Menunjukkan dan menjelaskan bentuk-bentuk huruf
ü Memberikan LKS yang berisi bentuk-bentuk huruf yang mirip (membentuk sebuah kalimat) yaitu huruf b, d, m, n dan p
ü  Menulis ulang kalimat yang dibentuk dari bentuk-bentuk huruf yang mirip
ü  Mewarni gambar yang ada di LKS
·         Penutup (10 Menit)
-          Memberikan informasi untuk membawa pensil warna
-          Mengulang dengan singkat pelajaran hari ini dengan menyanyikan lagu
A, B, C...”
-          Memberikan snack berupa cokelat kepada seluruh peserta didik
-          Mengucapkan selamat pagi dan selamat beristirahat.

2. Pertemuan kedua, Rabu 19 Maret 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan (10 Menit)
-    Mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, dan menanyakan sarapan apa pagi ini.
-        Berdoa
-        Bernyanyi : “Aku adalah anak gembala ”
·         Isi (40 menit)
-        Materi : Membaca dan menggambar
ü  Secara singkat menggulang materi yang telah diberikan pada hari sebelumnya
ü  Memberikan LKS yang berisi bentuk-bentuk huruf (membentuk kata) yaitu huruf a, c, d, e, i, u,o
ü  Menyuruh kepada beberapa para peserta didik untuk maju kedepan kelas dan mencoba membaca setiap kata yang ada pada LKS
ü  Menyuruh seluruh peserta didik untuk menggambar bebas
·         Penutup (10 Menit)
-        Memberikan snack berupa wafer cokelat kepada seluruh peserta didik
-        Mengucapkan selamat pagi dan selamat beristirahat.

3. Pertemuan ketiga, Kamis 20 Maret 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan (10 Menit)
-    Mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, dan menanyakan sarapan apa pagi ini.
-        Berdoa
-        Bernyanyi : “Satu ditambah satu sama dengan dua”
·         Isi (40 menit)
-        Materi : Berhitung
ü  Memperkenalkan angka-angka
ü Memberikan LKS yang berisi beberapa gambar untuk dihitung berapa banyak jumlah gambar
ü Menyuruh seluruh peserta didik untuk menghitung jumlah gambar yang ada di LKS dan menuliskan jumahnya
·         Penutup (10 Menit)
-          Memberikan kenang-kenangan berupa penghapus kepada seluruh peserta didik
-          Mengucapkan kata-kata perpisahan dan terima kasih kepada peserta didik
-          Mengucapkan selamat pagi dan selamat beristirahat

b.      Pembagian Tugas Kelompok
1.      Pertemuan pertama
w  Guru                : Fithra Runisya
w  Observer          : Anggita Windy
2.      Pertemuan kedua
w  Guru                : Tota Fierda
w  Co Teacher-1   : Permata Putri
w  Co Teacher-2   : Anggita Windy
w  Observer          : Fithra Runisya
3.      Pertemuan ketiga
w  Guru                : Permata Putri
w  Co Teacher-1   : Fithra Runisya
w  Co Teacher-2   : Anggita Windy
w  Observer          : Tota Fierda

c.       Alat Bantu yang Digunakan
1.      Spidol, papan tulis dan penghapus
2.      Kertas origami
3.      Poster huruf
4.      Kerincingan
5.      Alat tulis untuk Observasi (Pulpen dan buku catatan)

BAB III
PROSES PEMBELAJAN

a.      Skenario
1.      Pertemuan Pertama
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat pagi kemudian memperkenalkan diri kepada peserta didik. Selanjutnya bertanya kepada beberapa peserta didik sarapan apa pagi ini. Dilanjutkan dengan mengajak peserta didik untuk berdoa secara bersama-sama sesuai doa yang telah diajarkan oleh gurunya. Kemudian bernyanyi sambil memainkan kerincingan. Memulai pelajaran yang diawali dengan memperkenalkan huruf-huruf yang ada di papan tulis kemudian membagikan LKS kepada peserta didik dan menyuruh mereka untuk menulis ulang huruf-huruf yang membentuk sebuah kalimat dibawah kalimat pada kotak kosong yang telah disedikan. Setelah selesai dilanjutkan dengan mewarnai gambar yang ada pada LKS dan diakhir pertemuan memberikan cokelat kepada seluruh peserta didik sebelum meninggalkan ruangan kelas karena peserta didik akan beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan.

2.      Pertemuan Kedua
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat pagi kemudian memperkenalkan diri kepada peserta didik. Selanjutnya bertanya kepada beberapa peserta didik sarapan apa pagi ini. Dilanjutkan dengan mengajak peserta didik untuk berdoa secara bersama-sama sesuai doa yang telah diajarkan oleh gurunya. Kemudian bernyanyi sambil memainkan kerincingan. Memulai pelajaran yang diawali dengan menggulang secara singkat pelajaran di hari sebelumnya sambil menunjuk huruf-huruf yang ada di papan tulis. Kemudian membagikan LKS kepada peserta didik dan menyuruh mereka untuk membaca huruf-huruf yang membentuk sebuah kata. Dilanjutkan dengan menyuruh beberapa dari peserta didik maju kedepan kelas untuk membaca kata-kata yang ada di LKS. Setelah selesai dilanjutkan dengan menggambar bebas pada kertas LKS yang telah disediakan. Diakhir pertemuan memberikan wafer cokelat kepada seluruh peserta didik sebelum meninggalkan ruangan kelas karena peserta didik akan beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan.

3.      Pertemuan Ketiga
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat pagi. Selanjutnya bertanya kepada beberapa peserta didik sarapan apa pagi ini. Dilanjutkan dengan mengajak peserta didik untuk berdoa secara bersama-sama sesuai doa yang telah diajarkan oleh gurunya. Kemudian bernyanyi sambil memainkan kerincingan. Memulai pelajaran yang diawali memperkenalkan angka-angka dengan menuliskan angka 1-10 di papan tulis. Kemudian membagikan LKS kepada peserta didik dan menyuruh mereka untuk menghitung berapa banyak jumlah gambar yang ada pada LKS dan kemundian dituliskan pada LKS berapa banyak jumlahnya. Dilanjutkan dengan menyuruh beberapa dari peserta didik untuk membacakan berapa jumlah gambar dan jumlah dari gambar-gambar yang telah dijumlahkan. Kemudian mengajak dan mengajarkan peserta didik untuk membuat sebuah karya dari kertas origami berupa bentuk kapal laut, burung bangau, dan topi perawat. Diakhir pertemuan memberikan permen dan kenang-kenangan berupa penghapus kepada seluruh peserta didik. Sebelum meninggalkan ruangan menggucapkan kata-kata perpisahan dan terima kasih kepada seluruh peserta didik.

b.      Objek Observasi
1.      Komunikasi
w  Pertemuan Pertama
Saat memulai pertemuan di dalam kelas, Arum yang berperan sebagai guru mengawali kelas dengan mengucapkan “ selamat pagi adik-adik” dan peserta didik menjawab dengan bersemangat juga “selamat pagi kakak”. kemudian Arum bertanya, “masih ingat gak sama kakak, yang kemarin datang” kemudian peserta didik menjawab “ingat kak, kakak anak FKG itu kan”, menjawab dengan tersenyum, dan ada juga yang menjawab “iya kak, kenal”, ada juga yang menjawab “enggak, kenal kakak”. kemudian Arum memperkenalkan dirinya dan memperkenalkan Anggita juga yang berperan sebagai observer. Kemudian Arum bertanya “karena kakak baru pertama kali datang ke sini, kakak mau dong kenal sama kalian, coba perkenalkan namanya siapa ya, mulai dari kelompok 1-4 (meja pertama-meja keempat) ya adik-adik”. Seluruh peserta didik memperkenalkan dirinya. Kemudian Arum bertanya lagi “apakah adik-adik udah sarapan ? ayo tunjuk tangan ?” lalu beberapa siswa tunjuk tanggan dan Arum bertanya pada beberapa siswa yang tunjuk tangan “Sarapan apa hari ini dek?”, “sarapan telur dan susu kak” menjawab dengan suara yang kuat.
Pertemuan kedua adalah topik mengenal huruf dan mewarnai. Arum memulai pelajaran yang diawali memperkenalkan huruf dari A-Z yang sudah ada di depan kelas. Sambil melihat peserta didik Arum mengajak untuk bersama-sama membaca huruf, “sekarang mari kita baca ya adik-adik, huruf yang ada di papan tulis.” Arum menunjuk huruf secara berurutan dari huruf A-Z dengan memegang spidol untuk menunjukkan huruf A-Z tersebut. Kemudian setelah seluruh peserta didik bisa membaca huruf yang ditanya oleh arum, lalu Arum dan Anggita membagikan LKS pada peserta didik. Kemudian Arum kembali ke depan kelas untuk menjelaskan, tugas yang mau dikerjakan oleh peserta didik, sedangkan Anggita berdiri di belakang untuk melanjutkan observasi.
Arum yang posisinya berada di depan papan tulis menyuruh peserta didik untuk menebal kalimat yang berisi huruf yang putus-putus. Kemudian setelah selesai menebalkan, menyuruh peserta didik untuk mewarnai gambar yang ada di LKS yang ada gambar seorang cewek sedang menulis, “Adik-adik udah dapat kertas LKS dari kak Arum dan kak Anggi kan, sekarang kakak mau jelasin, adik-adik lihat huruf putus-putus yang ada di hadapan adik-adik, huruf putus-putus itu ada di bawah gambar seorang cewek yang sedang menulis, apakah adik-adik melihat hurufnya?. Peserta didik menjawab sambil melihat kertas yang ada di hadapannya. “iya kak”, “lihat kak”. Kita lanjut ya, adik-adik ambil pertengkapan tulisnya lalu menebalkan huruf putus-putus tersebut sampai selesai ya, kalau tidak mengerti nanti bisa tanya kakak, mulai di kerjain ya”. kemudian peserta didik menjawab “iya kak” sambil menebalkan huruf-huruf, beberapa menit kemudian. Kelompok satu (meja pertama) mereka bertanya “kak, gini ya tulisannya”, ada juga yang bertanya “gimana nulisnya kak”, dan ada yang bertanya lagi “ga ngerti kak”. Kemudian Arum, mendatangi beberapa peserta didik yang bertanya, memegang tangan siswa, menulis lembar di LKS siswa, dan melihat mata siswa sambil tersenyum dan beberapa kali Arum mengatakan pada siswa “nah, itu pinter nebalin tulisannya”. Setelah Arum menjelaskan, beberapa siswa tersenyum dan ada yang hanya diam saja kemudian melanjutkan tulisannya. Setelah selesai menebalkan, Arum menyuruh peserta didik untuk mewarnai gambar, “adik-adik udah pada selesaikan menebalkan hurufnya kan, sekarang adik-adik ambil pensil warnanya ya, kita mulai mewarnai gambar”. Seluruh peserta didik mengambil pensil warnanya masing-masing yang berada di loker.

Pada akhir pertemuan, Arum dan Anggi mengucapkan salam penutup bahwa kelas telah berakhir dan memberikan coklat pada seluruh peserta didik. “Adik-adik sudah selesai ya belajarnya hari ini, nanti di rumah belajar nulis lagi ya.. biar makin pinter, kak Arum dan kak Anggi hari ini sudah selesai mengajarnya, besok kakak mau datang lagi ya... nah, kakak mau bagiin cokelat sama adik-adik, siapa yang mau cokelat ?”. Kemudian, peserta didik bersama-sama mengucapkan terima kasih.

w  Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua, yang menjadi guru adalah tota. Peserta didik duduk dibangkunya masing-masing. Tota membuka kelas dengan mengucapkan selamat pagi dan menanyakan kabar adik-adik. Lalu, Tota memperkenakan dirinya dan meminta adik-adik memperkenalkan diri mereka. Tota juga menanyakan kepada adik-adik apakah sudah sarapan apa belum. Tota juga menanyakan apakah adik-adik sudah belajar dirumah apa belum. 
Sebelum memulai pelajaran, tota mengajak adik-adik untuk berdoa, peserta didik mengangkat tangan mereka untuk berdoa. Doa sesuai dengan yang diajarkan oleh guru mereka. Setelah itu tota berkata kepada adik-adik “sudah selesai doa, kita bernyanyi bersama ya?”. Tota mengambil kerincingan dan memukulnya ketangan membentuk irama. Kelas terdengar berisi suara adik-adik dan kami semua ikut bernyayi.
Materi pada pertemuan kedua adalah membaca dan menggambar. Tota memulai pelajaran dengan mengulang pelajaran pada hari pertama. Mengajak adik-adik membaca huruf huruf yang ada dipapan tulis. Tota melihat adik-adik sambil berkata “sekarang mari kita baca huruf yang ada di papan tulis.” Tota menunjuk huruf secara berurutan dari A-Z. Kemudia adik-adik mulai membaca huruf-huruf tersebut. Setelah mengulang pelajaran hari pertama, co-teacher (Putri dan Anggita) mendatangi meja-meja sambil membagikan LKS kepada adik-adik. LKS berisikan kumpulan huruf yang membentuk kata-kata pendek. Setelah LKS dibagikan Tota mengajak adik-adik membaca huruf yang ada di LKS. Adik-adik yang duduk dimeja bagian paling belakang membaca dengan suara lantang. Adik-adik dibagian depan, ada yang ikut membaca dan ada yang tidak ikut membaca. Co-teacher mendatangin meja adik-adik satu persatu untuk membantu adik-adik membaca huruf-huruf yang ada di LKS.
Tota meminta salah satu peserta didik untuk membaca didepan kelas, salah satu peserta didik berdiri dan berjalan kedepan kelas untuk membaca huruf yang ada di LKS. Setelah selesai tota berkata “wah sudah pintar-pintar ya adik-adik semua” ayo kita tepuk tangan untuk kita semua. Semua adik-adik bertepuk tangan dan ada yang tertawa.
Setelah selesai membaca LKS, kelas dipotong dengan istirahat. Setelah istirahat kelas dilanjutkan kembali. Tota meminta adik-adik untuk menggambar bebas, dan kemudian mewarnainya. Setelah selesai semua, kelas diakhiri dengan memberikan snack berupa wafer kepada adik-adik. Sebelum meninggalkan ruangan Tota menggucapkan terima kasih kepada seluruh peserta didik dan menghimbau adik-adik untuk selalu belajar dirumah agar menjadi anak yang pintar dan kelas diakhiri dengan ucapan selamat pagi oleh tota dan kemudian dijawab oleh semua peserta didik.

w  Pertemuan Ketiga
Saat memulai pertemuan di dalam kelas, Putri yang mengambil peran menjadi guru mengucapkan selamat pagi, menyapa “apa kabar hari ini?”, dan menanyakan “adik-adik udah pada sarapan belum? sarapan apa hari ini?” kepada peserta didik yang sudah duduk rapi sesuai di tempatnya masing-masing. Mengucapkan salam serta menyapa sambil tersenyum dan mengerakkan tangannya serta melihat seluruh peserta didik. Putri juga secara khusus menyapa dua orang peserta didik yang bernama Evan dan Yaya dengan mendatangi meja mereka dan sedikit menunduk untuk memegang pundaknya sambil tersenyum serta menanyakan “Evan dan Yaya tadi sarapan apa? minum susu juga kan?”.
Setelah menyapa dilanjutkan dengan berdoa, Putri memimpin Doa sesuai dengan Doa yang telah diajarkan oleh para guru “sebelum kita memulai pelajaran hari ini, mari kita bersama-sama berdoa ya adik-adik. Doa dimulai”. Selesai berdoa dilanjutkan bernyanyi. Putri mengambil kerincingan yang ada di dalam lemari buku dan mulai mengajak peserta didik bernyanyi, “adik-adik sebelum belajar kita nyanyi dulu ya”. Memegang kerincingan dengan tangan sebelah kanan dan mulai memainkannya. Sambil tersenyum dan ikut bernyanyi Putri menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan. Memainkan kerincing dengan cara mengerakkan kerincing dan memukul-mukulkannya ke telapak sebelah kiri, namun sesekali kerincingan dibunyikan dengan menggerak-gerakkannya keatas dan kebawah.
Pertemuan ketiga adalah topik berhitung. Putri memulai pelajaran yang diawali memperkenalkan angka-angka dengan menuliskan angka 1-10 di papan tulis. Sambil melihat peserta didik Putri mengajak untuk bersama-sama membaca angka, “sekarang mari kita baca ya adik-adik angka yang ada di papan tulis.” Putri menunjuk angka secara berurutan dari angka satu (1) sampai sepuluh (10) dengan menggunakan jari telunjuk tangan sebelah kanan. Kemudian co-teacher (Fithra dan Anggita) mendatangi meja-meja sambil membagikan LKS kepada peserta didik. Putri yang posisinya berada di depan papan tulis menyuruh peserta didik untuk menghitung berapa banyak jumlah gambar yang ada pada LKS dan kemundian dituliskan pada LKS berapa banyak jumlahnya. “nah, adik-adik udah dapat kertas LKS dari kak Arum dan kak Anggi kan, sekarang kita belajar berhitung ya,”. Putri memberikan contoh dengan menuliskannya di papan tulis, “contohnya, 2 + 3 = berapa adik-adik? Mari sama-sama kita hitung ya”. Putri menghadap keseluruh peserta didik sambil menggunakan jari tengah dan telunjuk tangan sebelah kanan untuk angka 2 dan jari telunjuk, tengah dan manis untuk angka 3. Seluruh peserta didik mulai menghitung sambil melihat jari-jari Putri, “satu, dua, tiga, empat, lima, berarti 2 + 3 = lima, adik-adik semuanya pada pintar”. Kemudian menyuruh peserta didik untuk mengerjakan hitungan yang ada di LKS, “sekarang adik-adik kerjakan yang ada di LKSnya ya”. Putri, Fithra dan Anggita masing-masing mendampingi satu kelompok peserta didik sambil membantu dan mengajari berhitung.
Setelah peserta didik selesai mengerjakan, dilanjutkan dengan Putri menyuruh beberapa dari peserta didik untuk membacakan jumlah dari gambar-gambar yang telah dijumlahkan pada LKS. “sudah pada selesaikan, ayo sekarang siapa yang mau membacakan jumlah dari gambar-gambarnya?”. Peserta didik yang bernama Nanda membacakannya, sambil tersenyum dan tepuk tangan Putri mengucapkan terima kasih kepada Nanda. “wah,,,Nanda pintar, terima kasih Nanda, tepuk tangannya untuk Nanda ya adik-adik”.
Kemudian Putri mengajak dan mengajarkan peserta didik untuk membuat sebuah karya dari kertas origami berupa bentuk kapal laut, burung bangau, dan topi perawat, “sekarang kita bermain ya adik-adik, melipat kertas origami”. Fithra dan Anggita membagikan kertas origami kepada peserta didik dan duduk bersama mereka sambil mengajarkan mereka cara melipatkan kertas origami.
Diakhir pertemuan Fithra dan Anggita memberikan permen dan kenang-kenangan berupa penghapus kepada seluruh peserta didik. Sebelum meninggalkan ruangan Putri menggucapkan kata-kata perpisahan dan terima kasih kepada seluruh peserta didik. “Adik-adik, kakak, kak Arum, kak Angggi dan kak Tota hari ini sudah selesai mengajarnya. Terima kasih banyak sudah mau belajar dan bermain bersama kami, kapan-kapan kita beajar dan main bersama lagi ya adik-adik. Senang bisa bertemu dengan kalian semua, kalian pintar-pintar dan rajin. Selamat pagi dan selamat beristirahat ya adik-adik”.

2.      Respon Audience
w  Pertemuan Pertama
Saat Arum membuka kelas dengan mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, sudah sarapan atau belum, semua peserta didik menjawab dengan suara yang kuat dengan jawaban berbeda-beda, namun ada juga beberapa peserta didik hanya diam saja saat ditanya. Kemudian saat Arum mengajak peserta didik bernyanyi, semua peserta didik bernyanyi dengan sangat bersemangat, ada yang bernyanyi sambil bertepuk tangan, ada juga yang bernyanyi sambil melipat tangan, ada yang bernyanyi sambil tertawa, ada juga beberapa peserta didik melirik ke kanan dan ke kiri melihat temannya sambil bernyanyi. Peserta didik menyanyikan lagu dari awal sampai akhir dengan suara yang kuat dan ada juga yang pelan. Setelah bernyanyi, Arum mengajak peserta didik untuk berdoa bersama, semua peserta didik bisa mengucapkan doa yang telah diajarkan oleh guru-gurunya sebelumnya dengan pengucapan yang jelas
Saat Arum memulai pelajaran dengan memberikan pertanyaan dengan menunjukkan bentuk huruf yang ada di atas papan tulis, hampir seluruh peserta didik dapat menjawab, ada juga yang menunjuk tangan “saya kak mau jawab”, namun ada juga peserta didik yang hanya diam saja saat ditanya. Karena hampir semua peserta didik menjawab kemudian Arum memberikan LKS yang berisi bentuk-bentuk huruf yang mirip dan mengarahkan peserta didik untuk menuliskan huruf yang ada di LKS, dengan menunjukkan kertas LKS yang mau di tulis oleh peserta didik. Beberapa peserta didik bertanya kepada Arum “ini gimana kak”, ada juga yang bertanya “ini udah benar kak”. Setelah itu, Arum menjelaskan kepada beberapa peserta didik yang bertanya dengan cara mendekatinya, menulis di kertas LKS peserta didik tersebut, dengan membusungkan badannya dan sekali-kali Arum duduk di sebelah peserta didik. Setelah itu, peserta didik kembali menulis dan beberapa menit kemudian peserta didik bertanya lagi pada guru untuk melihat hasil tulisannya “Bu, ini udah “ , “saya sudah siap, Bu”. Kemudian saat Arum menyuruh untuk mewarnai gambar yang ada di LKS, peserta didik langsung mengambil perlengkapan pensil warna yang ada di loker mereka masing-masing. Saat proses mewarnai, seluruh peserta didik bersemangat untuk mengerjakannya dan sekali-kali peserta didik bertanya “cantik, Bu?” , ada juga yang mengatakan “ini gambar saya udah selesai, Bu”.
Secara keseluruhan, seluruh respon peserta didik saat pertemuan pertama ini sangat bersemangat dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan peserta didik juga aktif dalam kelas untuk bertanya hal yang belum dimengerti peserta didik.

w  Pertemuan Kedua
Ketika Tota membuka kelas dengan ucapan selamat pagi dan menanyakan kabar adik adik, semua peserta didik menjawab dengan suara keras. Ada peserta didik yang menjawab “saya lagi sakit kak” dan ada yang menjawab “baik kak”. Ketika Tota mengajak adik adik berdoa, semua adik-adik langsung mengangkat tangan mereka untuk berdoa. Setelah itu Tota mengajak adik-adik bernyanyi, adik-adik dengan senangnya bernyanyi sambil bertepuk tangan dan tersenyum.
Ketika memulai pelajaran, ada adik yang tidak membaca huruf-huruf, dan ada adik yang dengan semangatnya membaca apa yang diperintahkan oleh tota. Adik yang duduk dibagian belakang paling antusias membaca. Sedangkan adik-adik yang duduk dibagian depan ada yang tidak membaca dan ada yang menidurkan kepalanya diatas meja. Adik yang duduk dibagian samping kanan, bercerita sambil sesekali ikut membaca. Setelah pelajaran membaca adik-adik diminta untuk menggambar bebas dan kemudian mewarnainya. Saat menggambar semua adik-adik terlihat sangat antusias dan salah satu anak berkata “saya mau menggambar rumah dan gambar ayah mama kak” diikuti oleh peserta didik lainnya yang berkata “aku mau gambar gunung dan sawah kak”. Semua adik-adik menggambar dengan antusias dan sesekali melihat punya teman satu sama lain dan saling bercanda.

Secara keselurahan respon adik-adik sangat baik walaupun mungkin ada beberapa anak yang tidak terlalu antusias dan malas-malasan. Tetapi proses belajar berjalan dengan baik.

w  Pertemuan Ketiga
Saat Putri memulai kelas dengan mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar hari ini, sudah sarapan atau belum, semua peserta didik menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda. Mereka menjawab dengan semangat sambil tersenyum dan ada beberapa yang menjawab sambil tertawa dengan suara yang kuat. Ketika Putri bertanya kepada Ivan dan Yaya, mereka berdua menjawabnya dengan cepat dan sambil tersenyum, “sarapan kak, minum susu juga”.
Saat Putri mengajak bernyanyi, semua peserta didik diawal nyanyi sangat bersemangat bernyanyi sambil bertepuk tangan. Menyanyikan lagunya dari awal sampai akhir dengan suara yang bervariasi, ada yang kuat dan ada juga yang pelan. Namun, saat sudah ditengah-tengah nyanyian beberapa peserta didik ada yang melipat tangan di atas meja sambil bernyanyi dan melihat Putri yang sedang bernyanyi di depan kelas, ada juga beberapa peserta didik melirik ke kanan dan ke kiri melihat temannya sambil bernyanyi. Ketika berdoa, semua peserta didik bisa mengucapkan Doa yang telah diajarkan oleh guru-gurunya dengan pengucapan dan suara yang jelas.
Saat memulai pelajaran dengan menunjukkan bentuk-bentuk angka yang ada di papan tulis, hampir seluruh peserta didik secara serentak dan langsung dapat menjawab,  namun ada sekitar 2 atau 3 orang dari peserta didik yang terlihat tidak langsung menjawab tetapi tetap menjawabnya setelah teman-temannya menjawab dengan serentak. Kemudian saat co-teacher (Fithra dan Anggita) memberikan LKS yang berisi gambar-gambar, peserta didik duduk dan bersemangat menerimanya tetapi ada beberapa peserta didik yang sambil berdiri menunggu gilirannya untuk mendapkan LKS, “saya kak, saya mau kak, saya belum dapat kak”. Selanjutnya seluruh peserta didik bersama-sama menuju loker mereka masing-masing untuk mengambil kotak pensil, dan ada juga beberapa peserta didik yang tidak hanya mendatangi lokernya namun sambil melihat-lihat loker temannya. Ketika mulai mengerjakan hitungan yang ada pada LKS, ada beberapa peserta didik yang serius duduk mengerjakan, berjalan dan menuju ke meja kelompok lain, berbicara dengan teman yang ada disebalah kana tau kirinya dan bahkan ada yang menuju meja guru untuk mengambl penghapus, pensil dan rautan yang terletak pada sebuah kotak di atas meja guru.
Hampir seluruh peserta didik bertanya kepada Putri, Arum, dan Anggi untuk menjelaskan bagaimana cara menghitung gambarnya, “kak, kak, kalau yang ini ditambah ini kayakmana kak?”; “kak, ajari yang inilah kak”; “kak, ini benar atau salah kak?”. Semua peserta didik berganti-gantian bertanya kepada Putri, Arum, dan Anggi untuk menanyakan apakah yang mereka kerjakan sudah benar atau salah, apakah tulisan angka mereka benar atau salah, bahkan bertanya bagimana cara menuliskan bentuk angka yang sulit mereka buat. “kak, kak,,,kayakmana nulis angka 3?”; “kak, ini udah benar kak?”: “ini angka 7 kan kak?”. Peserta didik juga saling membantu satu dengan yang lainnya saat ada temannya yang bertanya ataupun meminjam penghapus. 
Saat Putri meminta peserta didik untuk membacakan jumlah dari gambar-gambar yang telah dijumlahkan pada LKS, Nanda dengan cepat dan spontan langsung mengacungkan tangannya sambil tersenyum dan mengatakan, “saya kak, saya kak, saya mau”. Kemudian beberapa dari peserta didik juga mulai ikut mengacungkan tangannya, “saya kak,”; “saya mau kak”; “saya bisa kak”; sayalah kak, saya kak”. Setelah Nanda selesai membacakannya, seluruh peserta didik secara bersama-sama memberikan tepuk tangan sambil tersenyum dan ada beberpa peserta didik bertepuk tangan sambil mengatakan “yee…”.
Kemudian waktu melipat kertas origami, seluruh peserta didik sangat senang dan ada beberapa yang bersorak kegirangan “hore,,,,main origami, aku mau kak, aku mau kak…”. Peserta didik sudah tidak duduk di meja berdasarkan kelompok seperti saat belajar, mereka duduk dimana meja yang mereka suka. Saat kertas origami dibagikan, ada beberapa peserta didik yang meminta warna tertentu dan memilih warna kertas origaminya, “kak, aku mau yang warna cokelat lah kak,”; “kak, aku mau warna pink,”; “kakm aku nggak mau yang ini, aku mau warna kuning aja kak”. Melipatkan kertas origami membuat mereka sangat antusias untuk sama-sama belajar dan bertanya, “oh, jadi gitu melipatnya ya kak,,,”; “kalau udah gini, kayakmana lagi melipatnya kak?; “ajarilah kak melipatnya yang ini,”; “kak, kak, punyaku udah betul kak?”; “punyaku bagus kak?”; “kayakgini kak?”.
Secara keseluruhan, seluruh peserta didik memiliki antusias dan minat yang baik untuk belajar berhitung dan bermain kertas origami yang dibuat oleh kelompok pada pertemuan ketiga.

BAB IV
EVALUASI

Pada saat proses pembelajaran dengan metode pendekatan paedagogi kelompok menyampaikan informasi , pengetahuan kepada subjek didik demi mencapai tujuan yang dikehendaki. Dimana kelompok sudah merencanakan materi yang akan diajarkan terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan dengan melihat kondisi anak, dan kelompok menyesuaikan jadwal pertemuan dengan pihak TK. Meskipun ada sedikit kendala yang dihadapi oleh kelompok, namun kelompok dapat mengatasinya dan menyelesaikan proses mengajar.
Dalam mengajar, kelompok mencoba menjadi komunikator yang unggul dalam berkomunikasi pada anak, menguasai bahan sebelum mengajar dan mencoba menjadi mentor yang berpusat pada anak. Dimana dalam buku Paedagogi, andragogi, dan Heutagogi(Prof. Dr. Sudarwan Danim) disebutkan bahwa guru yang unggul memiliki karekteristik seperti keahlian pokok tentang materi pelajaran secara menyeluruh dan menguasai materi, komunikator yang unggul yang menunjukkan kemampuan berkomunikasi, mentor yang berpusat pada siswa dimana menjadikan siswa sebagai prioritas dan berusaha merangsang stiap siswa belajara melalui metode dan menjadikan siswa aktif.
Selanjutnya, dalam mengajar dan mendidik anak, kelompok mencoba menjadi pribadi yang ideal dalam mengajar  yang mempunyai karakter kesatria, jujur, disiplin, penyayang, antusias, motif bagus, komitmen yang sesuai pada pengajar yang cerdas. Kelompok mencoba datang lebih awal dari anak-anak dan berusaha untuk tidak telat. Kelompok juga menunjukkan rasa sayang dan peduli terhadap anak dan menampilkan keceriaan serta semangat dalam menyampaikan materi.
Disimpulkan bahwa kelompok telah berhasil dalam menyelesaikan tugas proses pembelajaran dengan metode pendekatan pedagogi. Disini kelompok telah mencoba melaksanakan prinsip- prinsip pembelajaran pedagogi dengan mencoba menjadi pedagogis dan kelompok telah berhasil melaksanakannya. Dalam pelaksanaan mengajar kelompok melakukan pendekatan pedagogi modern yaitu pengajaran (teaching) yang dilakukan dengan mentransformasikan pengetahuan, mengawasi dan memfasilitasi pengembangan siswa. Dengan adanya tugas ini kelompok mendapatkan pembelajaran yang penting bahwa menjadi seorang pendidik ataupun menjadi seorang pedagogis itu tidak mudah, banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi, kelompok dituntut untuk lebih sabar dalam mengajar anak. Kelompok juga harus dapat memahami keinginan anak dan menjalin hubungan yang baik dengan anak agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan lancar. Dan tugas lapangan memberikan pengalaman serta pembelajaran yang sangat berarti bagi kelompok.


DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung : Alfabeta
  
LAMPIRAN

a.      Pengeluaran
1. Print dan Fotocopy LKS
- Pertemuan pertama                      : Rp   2.500
- Pertemuan kedua                         : Rp   2.500
- Pertemuan ketiga                         : Rp   2.500
2. Snack
Pertemuan pertama (cokelat)        : Rp 15.000
- Pertemuan kedua (wafer cokelat: Rp 15.000
- Pertemuan ketiga (permen)          : Rp   8.000
3. Kertas Origami                          : Rp   5.000
4. Kenang-kenangan (penghapus)  : Rp 28.000
Jumlah Pengeluaran                   : Rp 78.500


b.      Dokumentasi








































Tidak ada komentar:

Posting Komentar