Perspektif Kognitif : I. Pemrosesan Informasi

Selasa, 17 Desember 2013

Otak bukan konsumen informasi yang pasif... informasi yang tersimpan dan strategi pemrosesan informasi dar)i sistem kognitif kita berinteraksi dengan informasi indrawi yang diterima dari lingkungan, memerhatikan secara selektif atas informasi yang masuk, mengaitkan makna untuk informasi tersebut 
(Wittrock, 1990)

Asumsi Dasar
Dua asumsi pokok mendukung riset pemrosesan informasi. Asumsi itu adalah: (a) sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi, dan (b) pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar. Terkait dengan asumsi dasar ini adalah keyakinan tentang : (a) Hakikat sistem memori manusia; (b) cara-cara bagimana butir-butir pengetahuan dilambangkan dalam memori jangka panjang; dan (c) organisasi pengetahuan dalam memori jangka panjang.

Konsepsi Tentang Memori Manusia
Konsep
Deskripsi
Keterbatasan
Model multi-tahap
1.Mengasumsikan bahwa informasi diproses dalam tahapan yang berkaitan dengan sistem memori.
2.Struktur adalah register sensoris, simpanan jangka pendek, memori kerja, dan proses kontrol pelaksanaan.
3. Struktur tidak berlokasi di otak.
1. Kurangnya konfirmasi riset kapasitas struktur
2. Tidak memasukkan variasi dalam fungsi otak yang dapat terjadi
3. Prosedur sadar adalah hasil otak, bukan proses
Konsep sistem memori
Sistem adalah informasi episodik (personal atau autobiografis); semantik (pengetahuan umum); prosedural ( langkah yang membantu dalam memberi respons ke lingkungan secara adaptif)
Perbedaan dalam pemrosesan memori semantik dan prosedural tidak jelas
Konsep keadaaan
Mengonseptualisasikan memori dari sudut keadaan informasi (aktif atau tidak aktif )
Tidak menunjukkan tahap-tahap pemrosesan dalam mendapatkan informasi
Tahapan pemrosesan
1.Memori adalah efek samping dari analisis perseptual dalam serangkaian tahap sekuensial yang hierarkis
2. Tahap ini adalah analisis sensoris, pengenalan, pola, adan asosiasi semantik
Kedalaman pemrosesan tidak dapat diukur secara terpisah dari jumlah informasi yang diingat
Konsep wawasan global
1. Mengasumsikan bahwa jaringan adaptif di otak dikontrol oleh konteks dan tujuan tertentu.
2.Kesadaran utama adalah sebuah titik pada tahap memori kerja yang diarahkan oleh perhatian
Tidak membahas kerja aktual dari jaringan neuronal
Jaringan koneksionis, juga dikenal sebagai jaringan neural atau pemrosesan yang didistribusikan secara paralel (Parallel distributed processing –PDP)
1. Terdiri dari naktah atau unsur dan hubungan atau koneksi di dalam struktur jaringan.
2.Dideskripsikan sebagai jaringan pita Frisbee/karet gelang
3.Goyangan di dalam karet gelang ini merupakan sinyal masukan yang melintasi sebagian dari jaringan itu.
4.Kekencangan karet gelang itu (bobot koneksi) merepresentasikan belajar
1.Kebutuhan akan sarana fisik untuk mengubah bobot koneksi menyebabkan model ini tidak layak untuk menjelaskan belajar otonom oleh otak
2.Dalam simulasi komputer, koneksi awal harus diset secara mekanis oleh perancang
3. Tidak ada jaminan bahwa struktur model jaringan ini merepresentasikan jaringan otak

Bertentangan dengan pendapat lainnya, konsep wawasand global membahas kesadaran manusia. Apabila dianalogikan dengan teater, kesadaran adalah daerah yang tersoroti dalam memori kerja yang diterangi oleh perhatian. Faktor yang memengaruhi pemrosesan informasi secara sadar adalah faktor di balik layar, di antranya adalah fungsi pelaksana, sistem keyakinan seseorang, bahasa, metode kontrol tindakan, dan pendekatan untuk memecahkan masalah. Membuka akses ke sejumlah besar pengetahuan seseorang yang tidak disadari, merupakan karakteristik penting kesadaran. Kesadaran membantu menginterpretasikan informasi dengan mengakses informasi yang tidak disadari dan membuka akses ke pemecahan masalah ketidak sadaran, serta pada diri.

Komponen Belajar
Komponen utama dari belajar adalah: (a) kerangka belajar, yang mencangkup pengetahuan sebelumnya yang dimiliki pemelajar dan organisasi informasi yang akan dipelajari; dan (b) proses yang diidentifikasi dalam model memori multitahap dan interaksinya. Proses itu adalah persepsi, pengkodean, dan pengkonstruksian makna, interaksi antara memori kerja dengan memori jangka panjang, dan pengambilan kembali (retrieval).

PRINSIP PEMBELAJARAN

Asumsi dasar dari pemrosesan informasi mendeskripsikan sifat dari sitem memori manusia dan representasi pengetahuan dalam memori. Aplikasinya di kelas didasarkan pada asumsi bahwa memori manusia adalah sistem aktif yang memilih, mengorganisasikan, dan mengkodekan untuk penyimpan informasi baru atau keterampilan yang akan dipelajari. Tujuan penting di kelas adalah mengembangkan dalam diri pemelajar kekayaan pengetahuan yang disimpan dan strategi efektif untuk memahami dan menguasai informasi dalam ranah yang berbeda-beda.

Daftar Pustaka:
Gredler, Margaret E. (2011). Learning and Instructional: Teori dan Aplikasi. Terjemahan Tri Wibowo, B.S. Jakarta: Kencana.

0 komentar:

Posting Komentar

Selasa, 17 Desember 2013

Perspektif Kognitif : I. Pemrosesan Informasi

Otak bukan konsumen informasi yang pasif... informasi yang tersimpan dan strategi pemrosesan informasi dar)i sistem kognitif kita berinteraksi dengan informasi indrawi yang diterima dari lingkungan, memerhatikan secara selektif atas informasi yang masuk, mengaitkan makna untuk informasi tersebut 
(Wittrock, 1990)

Asumsi Dasar
Dua asumsi pokok mendukung riset pemrosesan informasi. Asumsi itu adalah: (a) sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi, dan (b) pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar. Terkait dengan asumsi dasar ini adalah keyakinan tentang : (a) Hakikat sistem memori manusia; (b) cara-cara bagimana butir-butir pengetahuan dilambangkan dalam memori jangka panjang; dan (c) organisasi pengetahuan dalam memori jangka panjang.

Konsepsi Tentang Memori Manusia
Konsep
Deskripsi
Keterbatasan
Model multi-tahap
1.Mengasumsikan bahwa informasi diproses dalam tahapan yang berkaitan dengan sistem memori.
2.Struktur adalah register sensoris, simpanan jangka pendek, memori kerja, dan proses kontrol pelaksanaan.
3. Struktur tidak berlokasi di otak.
1. Kurangnya konfirmasi riset kapasitas struktur
2. Tidak memasukkan variasi dalam fungsi otak yang dapat terjadi
3. Prosedur sadar adalah hasil otak, bukan proses
Konsep sistem memori
Sistem adalah informasi episodik (personal atau autobiografis); semantik (pengetahuan umum); prosedural ( langkah yang membantu dalam memberi respons ke lingkungan secara adaptif)
Perbedaan dalam pemrosesan memori semantik dan prosedural tidak jelas
Konsep keadaaan
Mengonseptualisasikan memori dari sudut keadaan informasi (aktif atau tidak aktif )
Tidak menunjukkan tahap-tahap pemrosesan dalam mendapatkan informasi
Tahapan pemrosesan
1.Memori adalah efek samping dari analisis perseptual dalam serangkaian tahap sekuensial yang hierarkis
2. Tahap ini adalah analisis sensoris, pengenalan, pola, adan asosiasi semantik
Kedalaman pemrosesan tidak dapat diukur secara terpisah dari jumlah informasi yang diingat
Konsep wawasan global
1. Mengasumsikan bahwa jaringan adaptif di otak dikontrol oleh konteks dan tujuan tertentu.
2.Kesadaran utama adalah sebuah titik pada tahap memori kerja yang diarahkan oleh perhatian
Tidak membahas kerja aktual dari jaringan neuronal
Jaringan koneksionis, juga dikenal sebagai jaringan neural atau pemrosesan yang didistribusikan secara paralel (Parallel distributed processing –PDP)
1. Terdiri dari naktah atau unsur dan hubungan atau koneksi di dalam struktur jaringan.
2.Dideskripsikan sebagai jaringan pita Frisbee/karet gelang
3.Goyangan di dalam karet gelang ini merupakan sinyal masukan yang melintasi sebagian dari jaringan itu.
4.Kekencangan karet gelang itu (bobot koneksi) merepresentasikan belajar
1.Kebutuhan akan sarana fisik untuk mengubah bobot koneksi menyebabkan model ini tidak layak untuk menjelaskan belajar otonom oleh otak
2.Dalam simulasi komputer, koneksi awal harus diset secara mekanis oleh perancang
3. Tidak ada jaminan bahwa struktur model jaringan ini merepresentasikan jaringan otak

Bertentangan dengan pendapat lainnya, konsep wawasand global membahas kesadaran manusia. Apabila dianalogikan dengan teater, kesadaran adalah daerah yang tersoroti dalam memori kerja yang diterangi oleh perhatian. Faktor yang memengaruhi pemrosesan informasi secara sadar adalah faktor di balik layar, di antranya adalah fungsi pelaksana, sistem keyakinan seseorang, bahasa, metode kontrol tindakan, dan pendekatan untuk memecahkan masalah. Membuka akses ke sejumlah besar pengetahuan seseorang yang tidak disadari, merupakan karakteristik penting kesadaran. Kesadaran membantu menginterpretasikan informasi dengan mengakses informasi yang tidak disadari dan membuka akses ke pemecahan masalah ketidak sadaran, serta pada diri.

Komponen Belajar
Komponen utama dari belajar adalah: (a) kerangka belajar, yang mencangkup pengetahuan sebelumnya yang dimiliki pemelajar dan organisasi informasi yang akan dipelajari; dan (b) proses yang diidentifikasi dalam model memori multitahap dan interaksinya. Proses itu adalah persepsi, pengkodean, dan pengkonstruksian makna, interaksi antara memori kerja dengan memori jangka panjang, dan pengambilan kembali (retrieval).

PRINSIP PEMBELAJARAN

Asumsi dasar dari pemrosesan informasi mendeskripsikan sifat dari sitem memori manusia dan representasi pengetahuan dalam memori. Aplikasinya di kelas didasarkan pada asumsi bahwa memori manusia adalah sistem aktif yang memilih, mengorganisasikan, dan mengkodekan untuk penyimpan informasi baru atau keterampilan yang akan dipelajari. Tujuan penting di kelas adalah mengembangkan dalam diri pemelajar kekayaan pengetahuan yang disimpan dan strategi efektif untuk memahami dan menguasai informasi dalam ranah yang berbeda-beda.

Daftar Pustaka:
Gredler, Margaret E. (2011). Learning and Instructional: Teori dan Aplikasi. Terjemahan Tri Wibowo, B.S. Jakarta: Kencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar