PROSES KOGNITIF

Senin, 07 Maret 2011

Pentingkah Kognitif Anak diperhatikan?

Tentu saja, kognitif anak penting untuk diperhatikan karena pada masa kanak-kanak adalah fase yang penting dalam kehidupan manusia. nah, kita ketahui bahwa Perkembembangan adalah pola perubahan biologis, kognitif, dan sosiemosional yang dimulai sejak lahir dan terus berlanjut di sepanjang hayat jadi,segala aspek perkembangan baik berupa aspek fisik maupun aspek psikis, tumbuh dan berkembang dengan cepat dan maksimal pada masa ini. Salah satu perkembangan yang banyak disorot dan diteliti oleh para ahli yaitu perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif dipandang sebagai suatu perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan anak, karena hal ini berkaitan dengan perkembangan kecerdasan intelektual, atau yang sering dikenal dengan istilah perkembangan pengetahuan dan penalaran pada diri anak.
 
Ada beberapa ahli yang teorinya sangat dikenal di dunia, yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak, yaitu Jean Piaget dan Vygotsky. Kedua ahli tersebut mempunyai pandangan yang berlainan mengenai perkembangan kognitif tersebut. Teori Piaget nama lainnya yaitu Teori belajar Kontruktivisme. Menurut teori Piaget, belajar merupakan proses interaksi antara pengetahuan dan pengalaman. Ketika anak mendapat pengalaman baru, maka ia akan mengasimilasikan pengalaman tersebut dan kemudian mengakomodasikannya. Asimilasi itu sendiri merupakan proses mental yang terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada.Misal, seorang anak melihat seekor burung kenari. Burung kenari itu ukurannya kecil, warnanya kuning ,dan bunyinya mencicit. Dia itu akan punya pandangan atau skema bahwa semua burung itu seperti burung kenari, yang kecil, kuning dan mencicit.
 
Setelah melalui proses asimilasi, anak akan berpindah pada proses akomodasi. Akomodasi merupakan bentuk penyesuaian yang berakibat penggantian skema akibat informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Misal, dari contoh asimilasi diatas, bahwa anak tersebut yang telah mempunyai skema bahwa semua burung mempunyai ciri seperti burung kenari, skemanya tersebut bisa berubah. Misalkan suatu saat ia melihat seekor burung onta yang besar, maka ia akan mengubah skema yang telah ada. Bahwa ternyata tidak semua burung itu mempunyai ciri-ciri yang sama seperti burung kenari, buktinya, ada burung yang ukurannya jauh lebih besar, dan juga bunyinya tidak mencicit.
 
Melalui kedua proses tersebut, sistem kognisi individu berubah dan berkembang sehingga akan meningkat dari satu tahap ke tahap berkutnya. Penyesuaian tersebut dilakukan karena individu ingin mencapai keadaan ekuilibrium, yaitu suatu mekanisme yang dikemukakan piaget untuk menjelaskan bagaimana anak bergerak dari satu tahap selanjutnya. Pergeseran ini terjadi saat anak mengalami konflik kognitif atau disekuilibrium dalam usahanya untuk memahami dunianya.Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif, tapi orang tersebut yang secara aktif membangun pengetahuannya.
 
Vygotsky seorang ahli yang sama-sama mengamati perkembangan kognitif, ia tidak sependapat dengan Peaget, Vygotsky menekankan pada pembelajaran sosiokultural. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing-masing individu dalam konsep budaya. Dalam teori kognitif Vygotsky terdapat dua konsep yang sangat penting, yang pertama yaitu Zona proximal Development ( ZPD ), yakni istilah Vygotsky untuk tugas-tugas yang terlalu sulit untuk dikuasai sendiri oleh anak-anak, tetapi yang dapat dikuasai dengan bimbingan dan bantuan dari orang-orang dewasa atau anak-anak yang yang lebih terampil. ZPD menekankan pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. Ketika seorang siswa mengerjakan pekerjaannya disekolah sendiri, perkembangan mereka akan lambat . jadi untuk memaksimalkan perkembangan siswa seharusnya bekerja dengan teman sebaya yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks. Melalui interaksi yang berturut-turut ini diharapkan dapat mengembangkan pengalaman berbicara, bersikap dan berdiskusi secara baik. 
Dengan melibatkan anak berdiskusi dan berfikir dalam mempelajari segala kejadian, akan mendorong anak untuk merefleksikan apa yang telah dikatakan atau diperbuatnya. Proses seperti ini dapat membuatnya menjadi manusia yang tahu siapa dirinya, dan mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat, komunitas dan alam semesta.

Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta


1 komentar:

Poskan Komentar

Senin, 07 Maret 2011

PROSES KOGNITIF

Pentingkah Kognitif Anak diperhatikan?

Tentu saja, kognitif anak penting untuk diperhatikan karena pada masa kanak-kanak adalah fase yang penting dalam kehidupan manusia. nah, kita ketahui bahwa Perkembembangan adalah pola perubahan biologis, kognitif, dan sosiemosional yang dimulai sejak lahir dan terus berlanjut di sepanjang hayat jadi,segala aspek perkembangan baik berupa aspek fisik maupun aspek psikis, tumbuh dan berkembang dengan cepat dan maksimal pada masa ini. Salah satu perkembangan yang banyak disorot dan diteliti oleh para ahli yaitu perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif dipandang sebagai suatu perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan anak, karena hal ini berkaitan dengan perkembangan kecerdasan intelektual, atau yang sering dikenal dengan istilah perkembangan pengetahuan dan penalaran pada diri anak.
 
Ada beberapa ahli yang teorinya sangat dikenal di dunia, yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak, yaitu Jean Piaget dan Vygotsky. Kedua ahli tersebut mempunyai pandangan yang berlainan mengenai perkembangan kognitif tersebut. Teori Piaget nama lainnya yaitu Teori belajar Kontruktivisme. Menurut teori Piaget, belajar merupakan proses interaksi antara pengetahuan dan pengalaman. Ketika anak mendapat pengalaman baru, maka ia akan mengasimilasikan pengalaman tersebut dan kemudian mengakomodasikannya. Asimilasi itu sendiri merupakan proses mental yang terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada.Misal, seorang anak melihat seekor burung kenari. Burung kenari itu ukurannya kecil, warnanya kuning ,dan bunyinya mencicit. Dia itu akan punya pandangan atau skema bahwa semua burung itu seperti burung kenari, yang kecil, kuning dan mencicit.
 
Setelah melalui proses asimilasi, anak akan berpindah pada proses akomodasi. Akomodasi merupakan bentuk penyesuaian yang berakibat penggantian skema akibat informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Misal, dari contoh asimilasi diatas, bahwa anak tersebut yang telah mempunyai skema bahwa semua burung mempunyai ciri seperti burung kenari, skemanya tersebut bisa berubah. Misalkan suatu saat ia melihat seekor burung onta yang besar, maka ia akan mengubah skema yang telah ada. Bahwa ternyata tidak semua burung itu mempunyai ciri-ciri yang sama seperti burung kenari, buktinya, ada burung yang ukurannya jauh lebih besar, dan juga bunyinya tidak mencicit.
 
Melalui kedua proses tersebut, sistem kognisi individu berubah dan berkembang sehingga akan meningkat dari satu tahap ke tahap berkutnya. Penyesuaian tersebut dilakukan karena individu ingin mencapai keadaan ekuilibrium, yaitu suatu mekanisme yang dikemukakan piaget untuk menjelaskan bagaimana anak bergerak dari satu tahap selanjutnya. Pergeseran ini terjadi saat anak mengalami konflik kognitif atau disekuilibrium dalam usahanya untuk memahami dunianya.Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif, tapi orang tersebut yang secara aktif membangun pengetahuannya.
 
Vygotsky seorang ahli yang sama-sama mengamati perkembangan kognitif, ia tidak sependapat dengan Peaget, Vygotsky menekankan pada pembelajaran sosiokultural. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing-masing individu dalam konsep budaya. Dalam teori kognitif Vygotsky terdapat dua konsep yang sangat penting, yang pertama yaitu Zona proximal Development ( ZPD ), yakni istilah Vygotsky untuk tugas-tugas yang terlalu sulit untuk dikuasai sendiri oleh anak-anak, tetapi yang dapat dikuasai dengan bimbingan dan bantuan dari orang-orang dewasa atau anak-anak yang yang lebih terampil. ZPD menekankan pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. Ketika seorang siswa mengerjakan pekerjaannya disekolah sendiri, perkembangan mereka akan lambat . jadi untuk memaksimalkan perkembangan siswa seharusnya bekerja dengan teman sebaya yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks. Melalui interaksi yang berturut-turut ini diharapkan dapat mengembangkan pengalaman berbicara, bersikap dan berdiskusi secara baik. 
Dengan melibatkan anak berdiskusi dan berfikir dalam mempelajari segala kejadian, akan mendorong anak untuk merefleksikan apa yang telah dikatakan atau diperbuatnya. Proses seperti ini dapat membuatnya menjadi manusia yang tahu siapa dirinya, dan mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat, komunitas dan alam semesta.

Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta


1 komentar: