KUPU-KUPU

Jumat, 11 Maret 2011

Suatu hari dalam kehidupan ku, dimana keindahan itu menjadi sangat istimewa bagi ku. aku mengira yang seharusnya ketika aku masih berumur enam atau tujuh tahun, hanya beberapa minggu atau mungkin sebulan sebelum panti asuhan memberikan ku ke orang tua asuh ku.

Di panti asuhan setiap pagi aku sudah bagun, lalu membuat tempat tidurku seperti halnya prajurit dan membersihkannya dengan rapi. Kemudian aku berbaris untuk sarapan dengan dua puluh atau tiga puluh anak laki-laki lain yang juga tinggal di asarama itu.

Setelah sarapan, di hari sabtu pagi aku kembali ke asrama dan melihat pemilik rumah tua itu. Ia sedang mengejar kupu-kupu cantik yang hidup dengan ratusan semak-semak yang berserakan di panti asuhan.

Dengan hati-hati aku menyaksikan bagaimana Ia menangkap makhluk-makhluk yang indah itu, satu demi satu, kemudian membuat jebakan seperti menempel peniti pada jebakannya itu kemudian kepala dan sayap mereka terjebak di peniti itu,lalu Ia menjepit mereka ke lembaran kardus besar.

Begitu kejamnya Ia telah membunuh sesuatu keindahan itu. Aku berjalan pelan-pelan dari dalam semak-semak itu sendirian, dengan begitu maka kupu-kupu dapat mendekatiku seperti mendekat di kepala, muka, dan tanganku sehingga aku juga bisa melihat mereka dari jarak yang begitu dekat.

Ketika telepon berdering pemilik rumah itu meletakkan kertas kardus besar ke bawah lantai dan masuk ke dalam rumah untuk menjawab telepon. kemudian aku berjalan ke kardus dan melihat kupu-kupu yang baru saja ditempelkan di kertas besar itu. Kupu-kupu itu masih bergerak.Pada saat aku melihatnya dan aku menyentuh sayap yang menyebabkan salah satu sayapnya rusak dan lengket di kardus itu. Lalu kupu-kupu itupun mulai terbang berputar-putar mencoba melepaskan diri tapi sayap yang satu lagi masih terjepit di peniti itu. Akhirnya sayap itu berhenti dan kupu-kupu itu jatuh ke tanah dan terlihat hanya mengelepar seperti mau mati.

Aku mengambil sayap kupu-kupu yang robek dan aku meludah pada sayapnya itu dan berusaha mengambilnya untuk menempel kembali. Sehingga kupu-kupu itu dapat terbang jauh dan bebas lagi sebelum pemilik rumah kembali melihat kardus tersebut. tapi itu tidak mungkin lagi.

Kemudian aku tersadar kalau pemilik rumah itu datang dan melihat saya sambil berteriak kepada ku. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku tidak melakukan apa-apa tapi dia tidak percaya kepadaku. Dia mengambil kertas karton dan mulai memukul kepala ku. Ada bermacam kupu-kupu yang sudah lepas kemana-mana. Melihat semua itu ,Dia melemparkan kardus itu di tanah dan menyuruh aku untuk mengambilnya dan meletakkannya ke dalam sampah yang terdapat diruang belakang asrama.

Aku duduk di tanah dekat pohon tua yang besar, untuk berapa waktu yang lama,aku berusaha untuk memenuhi semua potongan kupu-kupu agar utuh kembali. sehingga aku juga dapat menguburkan mereka semua, tetapi terlalu sulit untuk dilakukan.aku merasa sangat sedih ketika aku harus menguburkan kupu-kupu yang indah ini. Sebelumnnya aku berdoa untuk mereka kemudian aku memasukkan kupu-kupu itu ke dalam sebuah kotak sepatu dan aku menguburkan mereka dengan para bambu yang besar, dekat dengan semak-semak. aku sudah membangun sebuah rumah untuk tempat tinggal mereka.

Setiap tahun ketika kupu-kupu akan datang lagi ke panti asuhan itu dan mencoba untuk mendekati ku , aku akan mencoba mengusir agar mereka pergi karena mereka tidak tahu bahwa panti asuhan adalah tempat yang buruk untuk menjadi tempat tinggal mereka.

17 komentar:

efrianty shaila mengatakan...

bgus, gie!.
crpen ni kn?

Anggita Windy M mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Martina Lydia mengatakan...

Aku juga suka kupu2.. :)

10029 Liliyana Sari mengatakan...

cerita yg singkat namun meninggalkan kesan yg mendalam. bagaimana tega ada orang yg membunuh suatu keindahan seperti kupu-kupu? :(
dapat inspirasi drmn gie ?
sharing dong behind the story-nya :)
kereeen lhoo :D

Nurul Mukhlisah mengatakan...

wah banyak ya temen2 yang bisa nulis..ganbatte!!

Santri Permana Tarigan mengatakan...

sederhana tapi menarik
:)

10020 Febri Inka Mandasari mengatakan...

bagus....anggi,....

cerita kupu-kupu yang menarik....

Khairunisa Pri Utami mengatakan...

buat cerpen yang banyak ya anggi
terus dibukui abis itu kasih ke amy ya,,
hehehehehe
bagus loh
bakat jadi penulis nih

10109 Yohanti Viomanna mengatakan...

terusin nggi !
:)

10078ds mengatakan...

cerpen yang bagus! :D

Fitri Dian Adlina mengatakan...

Fitri suka gaya penulisan Anggi yg sederhana dan klise namun meaningly. GREAT POST ! ditunggu tulisan menarik lainnya gi :)

10036 Melva Safira mengatakan...

bagus looh ceritanya, great job girl :)

Anggita Windy M mengatakan...

makasih ya teman"..
:)

Hespita Nora Sidabutar mengatakan...

woow, nice banget !!!

keren ni post_a

like it so much

Maria Siagian mengatakan...

hmmm..kupu2.
keknya inti yang bisa q dapat : jgan menyia2kan hal-hal yang berharga yang ada di diri kita dan sekitar kita..

thx magie buat cerpennya..

Anggita Windy M mengatakan...

hespita: thanks ya ..

magie : ya, kurang lebih sepeti itu lah inti dari cerpen saya..

kita harus menjaga suatu keindahan itu..
bukan hanya keindahan kupu-kupu itu saja,
melainkan kita juga menjaga keindahan alam yang sudah di ciptakan oleh Yang Maha Kuasa kpd kita.
:)

Venti Ayu Wibawa mengatakan...

suka banget liat kupu-kupu nya..^^

Posting Komentar

Jumat, 11 Maret 2011

KUPU-KUPU

Suatu hari dalam kehidupan ku, dimana keindahan itu menjadi sangat istimewa bagi ku. aku mengira yang seharusnya ketika aku masih berumur enam atau tujuh tahun, hanya beberapa minggu atau mungkin sebulan sebelum panti asuhan memberikan ku ke orang tua asuh ku.

Di panti asuhan setiap pagi aku sudah bagun, lalu membuat tempat tidurku seperti halnya prajurit dan membersihkannya dengan rapi. Kemudian aku berbaris untuk sarapan dengan dua puluh atau tiga puluh anak laki-laki lain yang juga tinggal di asarama itu.

Setelah sarapan, di hari sabtu pagi aku kembali ke asrama dan melihat pemilik rumah tua itu. Ia sedang mengejar kupu-kupu cantik yang hidup dengan ratusan semak-semak yang berserakan di panti asuhan.

Dengan hati-hati aku menyaksikan bagaimana Ia menangkap makhluk-makhluk yang indah itu, satu demi satu, kemudian membuat jebakan seperti menempel peniti pada jebakannya itu kemudian kepala dan sayap mereka terjebak di peniti itu,lalu Ia menjepit mereka ke lembaran kardus besar.

Begitu kejamnya Ia telah membunuh sesuatu keindahan itu. Aku berjalan pelan-pelan dari dalam semak-semak itu sendirian, dengan begitu maka kupu-kupu dapat mendekatiku seperti mendekat di kepala, muka, dan tanganku sehingga aku juga bisa melihat mereka dari jarak yang begitu dekat.

Ketika telepon berdering pemilik rumah itu meletakkan kertas kardus besar ke bawah lantai dan masuk ke dalam rumah untuk menjawab telepon. kemudian aku berjalan ke kardus dan melihat kupu-kupu yang baru saja ditempelkan di kertas besar itu. Kupu-kupu itu masih bergerak.Pada saat aku melihatnya dan aku menyentuh sayap yang menyebabkan salah satu sayapnya rusak dan lengket di kardus itu. Lalu kupu-kupu itupun mulai terbang berputar-putar mencoba melepaskan diri tapi sayap yang satu lagi masih terjepit di peniti itu. Akhirnya sayap itu berhenti dan kupu-kupu itu jatuh ke tanah dan terlihat hanya mengelepar seperti mau mati.

Aku mengambil sayap kupu-kupu yang robek dan aku meludah pada sayapnya itu dan berusaha mengambilnya untuk menempel kembali. Sehingga kupu-kupu itu dapat terbang jauh dan bebas lagi sebelum pemilik rumah kembali melihat kardus tersebut. tapi itu tidak mungkin lagi.

Kemudian aku tersadar kalau pemilik rumah itu datang dan melihat saya sambil berteriak kepada ku. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku tidak melakukan apa-apa tapi dia tidak percaya kepadaku. Dia mengambil kertas karton dan mulai memukul kepala ku. Ada bermacam kupu-kupu yang sudah lepas kemana-mana. Melihat semua itu ,Dia melemparkan kardus itu di tanah dan menyuruh aku untuk mengambilnya dan meletakkannya ke dalam sampah yang terdapat diruang belakang asrama.

Aku duduk di tanah dekat pohon tua yang besar, untuk berapa waktu yang lama,aku berusaha untuk memenuhi semua potongan kupu-kupu agar utuh kembali. sehingga aku juga dapat menguburkan mereka semua, tetapi terlalu sulit untuk dilakukan.aku merasa sangat sedih ketika aku harus menguburkan kupu-kupu yang indah ini. Sebelumnnya aku berdoa untuk mereka kemudian aku memasukkan kupu-kupu itu ke dalam sebuah kotak sepatu dan aku menguburkan mereka dengan para bambu yang besar, dekat dengan semak-semak. aku sudah membangun sebuah rumah untuk tempat tinggal mereka.

Setiap tahun ketika kupu-kupu akan datang lagi ke panti asuhan itu dan mencoba untuk mendekati ku , aku akan mencoba mengusir agar mereka pergi karena mereka tidak tahu bahwa panti asuhan adalah tempat yang buruk untuk menjadi tempat tinggal mereka.

17 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. cerita yg singkat namun meninggalkan kesan yg mendalam. bagaimana tega ada orang yg membunuh suatu keindahan seperti kupu-kupu? :(
    dapat inspirasi drmn gie ?
    sharing dong behind the story-nya :)
    kereeen lhoo :D

    BalasHapus
  3. wah banyak ya temen2 yang bisa nulis..ganbatte!!

    BalasHapus
  4. bagus....anggi,....

    cerita kupu-kupu yang menarik....

    BalasHapus
  5. buat cerpen yang banyak ya anggi
    terus dibukui abis itu kasih ke amy ya,,
    hehehehehe
    bagus loh
    bakat jadi penulis nih

    BalasHapus
  6. Fitri suka gaya penulisan Anggi yg sederhana dan klise namun meaningly. GREAT POST ! ditunggu tulisan menarik lainnya gi :)

    BalasHapus
  7. bagus looh ceritanya, great job girl :)

    BalasHapus
  8. woow, nice banget !!!

    keren ni post_a

    like it so much

    BalasHapus
  9. hmmm..kupu2.
    keknya inti yang bisa q dapat : jgan menyia2kan hal-hal yang berharga yang ada di diri kita dan sekitar kita..

    thx magie buat cerpennya..

    BalasHapus
  10. hespita: thanks ya ..

    magie : ya, kurang lebih sepeti itu lah inti dari cerpen saya..

    kita harus menjaga suatu keindahan itu..
    bukan hanya keindahan kupu-kupu itu saja,
    melainkan kita juga menjaga keindahan alam yang sudah di ciptakan oleh Yang Maha Kuasa kpd kita.
    :)

    BalasHapus
  11. suka banget liat kupu-kupu nya..^^

    BalasHapus