Psikologi Pendidikan

Senin, 31 Januari 2011

Salah satu isu penting dalam penyelenggaraan pendidikan di negara kita saat ini adalah peningkatan mutu pendidikan, namun yang terjadi justru kemerosotan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan tingkat pendidikan tinggi.Kenapa hal ini bisa terjadi pada pendidikan di negara kita ini ?  


Hal ini berlangsung karena penyelenggaraan pendidikan yang lebih memfokuskan pada aspek kuantitas dan kurang diseimbangkan dengan aspek kualitasnya. Peningkaran kualitas pendidikan ditentukan oleh peningkatan proses belajar mengajar. Dengan adanya peningkatan proses belajar mengajar dapat meningkat pula kualitas lulusannya. Peningkatan kualitas proses pembelajaran ini akan sangat tergantung pada pengelolaan sekolah dan pengajaran/pendekatan yang diterapkan oleh guru. Kualitas lulusan pendidikan dipengaruhi oleh kualitas manajemen sekolah atau manajemen pengelolaan pendidikan. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh fasilitas pendukung, proses belajar mengajar, dan pengajaran.Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar oleh sebab itu, pengajar (guru) itu sendiri harus menguasai beragam perspektif dan strategi, dan harus bisa mengaplikasikannya secara fleksibel. Jadi, Hal yang utama harus di perhatikan adalah:
Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik.
* Penguasaan Materi Pelajaran.
* Strategi Pengajaran. Prinsip Konstruktivisme adalah inti dari filsafat pendidikan William James dan John Dewey. Menurut prinsip ini,"Guru bukan sekedar memberi informasi ke pikiran anak, akan tetapi guru juga harus mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, merenung, dan berpikir secara kritis".
* Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional.
* Keahlian Manajemen Kelas.
* Keahlian Motivasional. Guru yang efektif selalu mempunyai strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar.
* Keahlian Komunikasi. Guru yang efektif bisa berkomunikasi dengan baik kepada semua muridnya.
* Bekerja Secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultural yang Berlainan. Guru yang efektif harus mengetahui dan memahami anak dengan latar belakang kultural yang berbeda-beda, dan sensitive terhadap kebutuhan mereka.
* Keahlian Teknologi. Guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan computer ke dalam proses belajar di kelas.
Komitmen dan Motivasi
Guru yang efektif  juga membutuhkan sebuah komitmen dan motivasi. Komitmen dan motivasi dapat membantu guru yang efektif untuk melewati masa-masa yang sulit dan melelahkan dalam mengajar Aspek ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada murid.
Jadi, mutu pendidikan tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal saja, ada juga sejumlah variabel yang dianggap saling berhubungan/ mempengaruhi. Hal ini perlu sebuah kajian yang akan mengidentifikasi secara empirik hubungan langsung atau tidak langsung dalam suatu rangkaian dari sistem pendidikan.


Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta
Idris, Jamaludin. 2005. Analisis Kritis Mutu Pendidikan. Suluh Press, Yogyakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar

Senin, 31 Januari 2011

Psikologi Pendidikan

Salah satu isu penting dalam penyelenggaraan pendidikan di negara kita saat ini adalah peningkatan mutu pendidikan, namun yang terjadi justru kemerosotan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan tingkat pendidikan tinggi.Kenapa hal ini bisa terjadi pada pendidikan di negara kita ini ?  


Hal ini berlangsung karena penyelenggaraan pendidikan yang lebih memfokuskan pada aspek kuantitas dan kurang diseimbangkan dengan aspek kualitasnya. Peningkaran kualitas pendidikan ditentukan oleh peningkatan proses belajar mengajar. Dengan adanya peningkatan proses belajar mengajar dapat meningkat pula kualitas lulusannya. Peningkatan kualitas proses pembelajaran ini akan sangat tergantung pada pengelolaan sekolah dan pengajaran/pendekatan yang diterapkan oleh guru. Kualitas lulusan pendidikan dipengaruhi oleh kualitas manajemen sekolah atau manajemen pengelolaan pendidikan. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh fasilitas pendukung, proses belajar mengajar, dan pengajaran.Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar oleh sebab itu, pengajar (guru) itu sendiri harus menguasai beragam perspektif dan strategi, dan harus bisa mengaplikasikannya secara fleksibel. Jadi, Hal yang utama harus di perhatikan adalah:
Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik.
* Penguasaan Materi Pelajaran.
* Strategi Pengajaran. Prinsip Konstruktivisme adalah inti dari filsafat pendidikan William James dan John Dewey. Menurut prinsip ini,"Guru bukan sekedar memberi informasi ke pikiran anak, akan tetapi guru juga harus mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, merenung, dan berpikir secara kritis".
* Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional.
* Keahlian Manajemen Kelas.
* Keahlian Motivasional. Guru yang efektif selalu mempunyai strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar.
* Keahlian Komunikasi. Guru yang efektif bisa berkomunikasi dengan baik kepada semua muridnya.
* Bekerja Secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultural yang Berlainan. Guru yang efektif harus mengetahui dan memahami anak dengan latar belakang kultural yang berbeda-beda, dan sensitive terhadap kebutuhan mereka.
* Keahlian Teknologi. Guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan computer ke dalam proses belajar di kelas.
Komitmen dan Motivasi
Guru yang efektif  juga membutuhkan sebuah komitmen dan motivasi. Komitmen dan motivasi dapat membantu guru yang efektif untuk melewati masa-masa yang sulit dan melelahkan dalam mengajar Aspek ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada murid.
Jadi, mutu pendidikan tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal saja, ada juga sejumlah variabel yang dianggap saling berhubungan/ mempengaruhi. Hal ini perlu sebuah kajian yang akan mengidentifikasi secara empirik hubungan langsung atau tidak langsung dalam suatu rangkaian dari sistem pendidikan.


Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta
Idris, Jamaludin. 2005. Analisis Kritis Mutu Pendidikan. Suluh Press, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar