Psikologi Sekolah

Senin, 18 April 2011

Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak.

Kenapa sekolah bisa menjadi sumber stres pada anak?

Di sekolah, guru adalah pengganti orangtua bagi anak. Selain itu, tujuan pendidikan sesungguhnya adalah membentuk anak menjadi pribadi yang antara lain cerdas secara intelektual dan emosional. Kenyataannya, guru dan aturan sekolah seringkali menjadi sumber stres anak. Inilah contoh dan solusinya:
  • Terlalu banyak PR
Solusi: PR banyak tidak akan menimbulkan stres jika ada jadwal rutin untuk mengerjakannya. Orangtua harus membantu anak mengatur prioritas jadwal rutinnya di rumah. Lakukan kerjasama dengan pihak sekolah, diskusikan dengan guru bagaimana menciptakan PR dalam bentuk lain yang dapat dilakukan sambil bermain.
  • Ulangan/tes
Solusi: Seperti halnya PR, mengulang pelajaran di rumah sebaiknya dilakukan setiap hari. Dengan begitu, kapan pun ulangan diadakan, anak sudah siap. Namun, kalau soal tes memang dirasa sulit atau diluar kemampuan anak di tingkat yang sama, ayah ibu bersama orangtua yang lain bisa membicarakan ini dengan guru.
  • Dihukum/dipermalukan guru
Solusi: Bicaralah dengan pihak sekolah mengenai perasaan anak akibat dihukum atau dipermalukan guru di hadapan teman-temannya. Sebaiknya memang guru memberikan teguran lisan secara individual kepada anak yang melakukan kekeliruan. Ini penting supaya anak tetap merasa berharga kendati ia baru melakukan kesalahan.
Guru diperbolehkan memberikan sanksi sesuai aturan, tetapi guru tak boleh mengolok-olok anak didiknya. Olok-olok akan membuat anak merasa terhina tanpa dapat mengimbanginya, karena yang melakukan adalah pihak yang memiliki otoritas atas dirinya.
  • Harus tampil di depan kelas
Solusi: Jadikan acara presentasi ide dan hasil pekerjaan, juga mengerjakan soal di papan tulis, sebagai bagian dari kegiatan belajar. Sikap guru yang kooperatif, penuh penghargaan, dan ramah sangat membantu memupuk rasa percaya diri anak. Di rumah, orangtua bisa mengajak anak bermain peran yang mengharuskannya tampil di muka. Libatkan penghuni rumah lain sebagai pendengar.
  • Sekolah pagi
Solusi: Ciri-ciri anak yang mengalami stres karena harus bangun pagi antara lain mengeluh sakit di pagi hari, rewel, mengamuk, dan mogok sekolah. Atasi dengan memajukan jadwal tidurnya. Bangunkan anak secara bertahap dengan musik, cerita lucu atau suara binatang yang mampu menarik perhatiannya untuk bangun.

Ingatkan si kecil pada hal-hal menyenangkan yang akan dihadapi di hari itu, apakah teman-temannya, gurunya, atau bekal sekolahnya yang enak.
Peran psikolog sekolah: 

Seorang psikolog sekolah adalah  profesional utama yang terpercaya. tujuannya adalah penerapan prinsip-prinsip belajar ilmiah dan perilaku untuk memperbaiki sekolah terkait masalah dan untuk memfasilitasi pembelajaran dan pengembangan anak-anak di sekolah-sekolah umum Untuk mencapai tujuan ini  psikolog sekolah menyediakan jasa untuk anak-anak, guru, orang tua, lembaga masyarakat, dan sistem sekolah itu sendiri.
 

Apa saja kompetensi yang perlu dimiliki psikolog sekolah ?
 
- Managemen Kelas. memulai tahun ajaran baru, membuat struktur lingkungan belajar yang efektif, dan menagani situasi krisis. ini perlu ditetapkan oleh guru.
- Komunikasi dan Konsultasi Antar Pribadi. guru yang kurang efektif berkomunikasi dengan siswa, dengan siswa, degan orang tua. psikolog seharusnya tahu banyak tentang perkembangan dan penerapan ketrampilan interpersonal
- Ketrampilan Dasar Akademik dan Kehidupan.
- Ketrampilan Afektif/Sosial. Menjadi fasilitator dalam mengembangkan program instruksional untuk siswa dan melakukan pelatihan keterampilan-keterampilan afektif dan sosial.
- Struktur dan Organisasi Kelas. struktur kerja sama mencapai tujuan, pengajaran, perencanaan, dan penggunaan ruang,fasilitas, dan sarana.
- Pengembangan dan perencanaan sistem. mengembangkan sistem pengukuran yang efektif, sistem pengembangan staf, pengguanaan teknologi dalam pengajaran, dan pendekatan formal dan informal.
- Pengembangan Ketrampilan Staf.
- Perbedaan Individual dalam perkembangan dan belajar. membantu pemahaman personalia sekolah mengenai perbedaan individual.
- Hubungan Sekolah dengan Masyarakat.
- Pengajaran. Proses belajar mengajar secar efektif. membantu guru menambah intensitas belajar siswa, memotivasi, dan meningkatkan cara mengajar.
- Isu Etika dan Hukum
- Pengukuran dan Evaluasi.
- Perhatian Mengenai Budaya yang berbeda-beda.
- Penelitian

 
Daftar Pustaka:

Sukadji,S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah.Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas
http://www.caspsurveys.org/new/pdfs/school_psych_gen_ed.pdf 

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Senin, 11 April 2011

Siapakah anak yang menderita ketidakmampuan dan bagaimana cara meningkatkan kemampuan belajarnya ?

Gangguan organ indra (sensory): mencangkup gangguan atau kerusakan penglihatan dan pendengaran.
  •      Gangguan penglihatan 
Gangguan penglihatan merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami hambatan untuk melakukan kegiatan sehari-hari atau dalam dunia pendidikan gangguan penglihatan merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami hambatan dalam belajar sekalipun sudah menggunakan alat bantu dan cara mengajarnya membutuhkan layanan khusus.
Bergangguan penglihatan juga dibagi kedalam beberapa klasifikasi dan orang yang bergangguan penglihatan biasanya mempunyai kriteria khusus dalam kegiatan sehari-harinya, serta mempunyai kebiasaan aneh yaitu suka menggoyang-goyangkan kepala, berjalan mondar-mandir yang semuanya tidak mereka sadari bahwa hal itu mengundang keanehan dari penglihatan orang normal. 

Low vision : anak yg punya jarak pandang antara 20/70 dan 20/200.Apabila di bantu lensa korektif, anak dapat membaca buku dengan huruf besar-besar atau dengan bantuan kaca mata pembesar

Educationally blind: anak yang tidak bisa menggunakan penglihatan mereka untuk belajar dan harus menggunakan pendengaran dan sentuhan untuk belajar.

Cara untuk meningkatkan kemampuan belajarnya  :
  1. Dengan menentukan modalitas (seperti sentuhan atau pedengaran) dengan ini murid dapat belajar dengan baik
  2. Anak yang lemah penglihatan lebih baik disuruh duduk di bangku paling depan.
  3. “Buku rekaman” (recorded textbook) buatan recording for the Blind&Dyslecix telah banyak membantu kemajuan pendidikan dari murid yang mengalami gangguan penglihatan
  •     Gangguan pendengaran
 Gangguan pendengaran dapat menyulitkan proses belajar anak. Anak yang tuli secara lahir atau menderita tuli saat masih anak-anak  biasanya lemah dalam kemampuan berbicara dan bahasanya.

Terapi anak
Cara untuk meningkatkan kemampuan belajarnya  :
  1. Dilakukan pendekatan oral dan pendekatan manual.
  2. Pendekatan oral ,menggunakan metode membaca gerak bibir, speech reading ( menggunakan alat visual untuk mengajar membaca), dan sejenisnya.
  3. Pendekatan manual ,dengan bahasa isyarat dan mengeja jari (finger spelling). Bahasa isyarat adalah sistem gerakan tangan yang melambangkan kata.
Beberapa kemajuan medis dan teknologi, yang telah meningkatkan kemampuan belajar anak yang menderita masalah pendengaran (Boyles & Contadino,1997):
  • Pemasangan cochlear (dengan prosedur pembedahan). Ini adalah cara konroversial karena banyak komunitas orang tuli menentangnya, sebab menganggap instrusif dan melukai kultur orang tuli. Yang lainnya beranggapan bahwa pemasangan cochlear ini biasa meningkatkan kualitas hidup banyak anak yang menderita problem pendengangaran (Hallahan & Kauffman,2003)
  • Menempatkan semacam alat di telinga ( prosedur pembedahan untuk disfungsi telinga tingkat menegah).
  • Sistem hearing aids dan ampkifikasi
  • Perangkat telekomunikasi, teletypewriter-telephone, dan RadioMail (menggunakan internet)
Bagaimana sikap seorang Guru mengajar anak yang menderita gangguan pendengaran ?
  1. Bersikap sabar
  2. Berbicara secara wajar( tidak terlalu cepat atau terlalu lambat)
  3. Jangan berteriak, sebab tindakaan ini tidak akan membantu. Berbica dengan jelas akan banyak membantu.
  4. Kurangi gangguan dan suara bising
  5. Tatap murid yang anda ajak bicara, karena murid perlu membaca bibir anda dan melihat isyarat anda
Pelayanan seperti apakah yang dilakukan untuk anak berkebutuhan khusus ?
  • Guru kelas reguler : bertanggung jawab memberikan lebih banyak pendidikan anak yang menderita ketidakmampuan belajar dan memberikan pendidikan yang lebih efektif. 
  • Guru sumber daya : dapat memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi banyak anak yang mengalami ketidakmampuan belajar. bertugas untuk meningkatkan anak-anak dalam kemampuan membaca, menulis, atau matematika. 
  • Guru pendidikan khusus : biasanya mengemban tanggung jawab lebih besar
  • Pelayanan terkait : selain guru kelas reguler, guru sumber daya, dan guru pendidikan khusus, ada sejumlah personel pendidikan khusus lainnya yang memberikan pelayanan pendidikan anak yang menderita ketidakmampuan. seperti ; asisten guru, psikolog, konselor, pekerja sosial sekolah, perawat, dokter, terapis, dan terapis fisik, serta spesialis guru bicara dan mendengar, seperti audiologis. 
  • Konsultasi kolaboratif dan tim interaktif : orang dengan berbagai keahlian akan berinteraksi untuk memberikan pelayanan bagi anak. dan ini sering menguntungkan anak dan meningkatkan keahlian dan sikap mereka terhadap guru. berbagai keahlian ini untuk menyusun alternatif pendekatan pengajaran yang efektif dalam merencanakan pendidikan.
Daftar pustaka :

Santrock, J.W. 2010. Psikologi Pendidikan edisi kedua. Jakarta: Kencana.


Fenomena Pendidikan di Indonesia

Rabu, 06 April 2011


Pada kuliah online hari ini yang kami ikuti kami membahas 3 fenomena pendidikan di Indonesia serta mengkaitkannya dengan teori.
Fenomena Pertama


Anak Tidak Mau Sekolah
SUMBER : http://www.psikologizone.com/anak-tidak-mau-sekolah
Pada artikel ini, diceritakan bahwa ada seorang anak bernama Reza yang baru beberapa hari tahun ajaran sekolah dimulai, Reza tiba-tiba saja mogok sekolah. Ketika ditanya masalahnya, ia emoh cerita. Esoknya, Sang Ibu mengetahui dari teman sekelas Reza, kalau kemarin Reza baru dimarahi gurunya karena lupa membawa buku tugas.Kategori usia anak yang suka melakukan mogok sekolah adalah anak-anak yang masih sekolah di tingkat playgroup , TK, atau SD
Penyebab Reza mogok Sekolah atau anak-anak lain mogok sekolah bisa diakibat oleh dua faktor yaitu Internal dan Eksternal. Internal sendiri berupa itu biasanya ada di dalam diri Si Anak (berhubungan dengan karakteristik anak), situasi rumah, dan merasa cemas karena harus berpisah dengan salah satu orang terdekatnya (separation anxiety ), seperti ibu atau pengasuhnya. kalau faktor eksternalnya sendiri berupa Sedang faktor penyebab eksternal, lebih ke masalah lingkungan sekolah yang membuatnya merasa tidak nyaman. Misalnya, ternyata mainan di rumahnya lebih banyak dan menarik dibanding di sekolah, teman-teman di sekolah suka mengisenginya (bully ), anak susah beradaptasi dengan lingkungan sekolah, atau gurunya galak.
Dalam kasus ini sendiri kita bisa lihat yang lebih banyak berpengaruh adalah karena faktor eksternal yaitu dari kondisi lingkungannya lebih tepatnya karena faktor si guru.

Dari permasalahan ini, kelompok kami menggunakan Pendekatan Learning yaitu Classical Conditioning. Dimana pada kasus ini yang berperan sebagai UCS nya sekolah UCS nya guru galak/kritik guru dan UCRnya anak takut atau cemas dan kemudia CSnya adalah sekolah. dimana nantinya UCS dan CS diberikan secara bersama-sama sehingga menghasilkan CR berupa anak takut atau dengan kata lain, hanya dengar sekolah aja dia langsung gak mau sekolah karena pemberian stimulus antara guru galak dan sekolah tadi diberikan secara bersama-sama, tanpa ditampilkan wujud sang guru dia langsung cemas dan takut kalau disebutkan sekolah. 
Teori Bimbingan Orangtua

Bimbingan orangtua sangat dibutuhkan pada kasus ini agar semnagat belajar anak tambah tinggi. dimana Keluarga menjadi tempat pertama pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan perannya.
Menurut Kartono (1991;63) bahwa "Orang tua merupakan orang pertama dan utama yang mampu, serta berhak menolong keturunannya dan mendidik anaknya". Orang tua peranannya dalam keluarga dan dapat menciptakan ikatan emosianal dengan anaknya, menciptakan suasana aman dirumah sehingga orang tua/rumah merupakan tempat anak untuk kembali, menjadi contoh/model bagi anaknya, memberikan disiplin dan memperbaiki tingkah laku anak, menciptakan jaringan komunikasi diantara anggota keluarga.
Pengawasan dan bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan karena adanya bimbingan, orang tua dapat mengawasi dan dapat mengetahui segala kekurangan dan kesulitan anak dalam belajarnya. Gunarso (1983;64) menyatakan sebagai berikut :
"Orang tua berperan besar dalam mengajar, mendidik, memberikan bimbingan, dan menyediakan sarana belajar serta memberi teladan pada anak sesuai dengan nilai moral yang berfaku atau tingkah laku yang perlu dihindari".
Bimbingan dari orang tua dapat juga berperan sebagai cara untuk peningkatan disiplin terutama dalam belajarnya. Ahmadi (1991;82) menyatakan bahwa "Anak belajar memerlukan bimbingan dari orang tua agar sikap dewasa dan tanggung jawab belajar tumbuh pada diri anak".

Pada kasus ini solusi yang tepat bisa dilakukan adalah :
1. jangan omelin anak,,, kalau orangtua semakin omelin anak, yang dah anak menjadi lebih takut dan cemas
2. berikan dia semngat : Ketika anak bisa menguasai rasa takutnya dan mau sekolah lagi, usahakan selalu memberikan mereka pujian kasih sayang, bukan hadiah barang karena yang dibutuhkan adalah dukungan mental. Hadiah “verbal” ini misalnya seperti, “Mama bangga hari ini kamu enggak nangis.” Setiap kemajuan, sekalipun kecil, harus tetap dihargai. Meskipun esoknya Si Anak menangis lagi, ya tidak apa-apa, orang tua tetap harus sabar. Orangtua tetap harus membesarkan hatinya secara verbal, “Ayo, kamu pasti bisa!” Ingat, semangat itu mampu menumbuhkan motivasi anak.
Nah, dengan menyadari permasalahan anak, Anda bisa berpikir jernih membantu setiap masalahnya.
3. Bicara Dua Arah Jika memang masalahnya bukan karena separation anxiety , ajaklah ia berkomunikasi agar bisa mengindentifikasi perasaan anak. Usahakan diskusi dilakukan dari hati ke hati, dua arah, dan dengan menekankan mengapa anak mogok sekolah.
Dengan mengetahui masalahnya, Si Anak merasa orang tua mau mengerti dan orang tua juga tahu seperti apa sudut pandang anak.
Menyiapkan mental anak adalah yang terpenting. Orang tua jangan pernah lelah menyemangati anak berulang-ulang. Semangat itu bisa mengubah rasa takut anak menjadi motivasi positif baginya.

Fenomena Kedua
http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/22/09451015
Pada artikel ini meceritakan Rawan pangan akibat kekeringan tidak hanya menimbulkan masalah gizi buruk pada anak-anak di bawah usia 5 tahun di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tetapi juga mengancam kelancaran pendidikan. Ratusan anak usia sekolah di daerah itu terancam putus sekolah karena ketiadaan biaya. Gagal panen tahun ini membuat orangtua tidak punya pilihan lain selain memberhentikan anak-anak mereka dari pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Sejumlah orangtua juga memilih mengistirahatkan anak mereka di rumah sambil membantu mereka karena sekolah jauh dari permukiman dan mereka tak memiliki biaya transportasi.Kepala Dusun Kamaru, Desa Tanamana, Kecamatan Pahunga Lodu, Hamana Remang, Senin (19/4/2010), mengatakan, sebelum kasus ancaman rawan pangan di desa itu, kasus putus sekolah di daerah itu sudah cukup tinggi. Saat ini, anak-anak SD di Dusun Kamaru mulai kendur semangat belajarnya karena banyak yang pergi ke sekolah berjalan kaki berkilometer jauhnya, tanpa diberi makan dari rumah. Tiga siswa kelas II SLTA yang sekolah di Waingapu pun dalam satu bulan ini berada di dusun dengan alasan tak ada biaya makan, minum, dan kebutuhan lain. Saat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono berkunjung ke Desa Hambapraing, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur, Sabtu pekan lalu, Yustina Kongawardan (15) menceritakan kegalauannya karena tak bisa melanjutkan sekolah.

Teori pendidikan

Pendekatan Motivasi, ekstrinsik dan intrinsik, dimana Motivasi ekstrinsik merupakan suatu dorongan dari luar terhadap tujuan pribadi seseorang, sedangkan Motivasi intrinsik merupakan dorongan dari dalam atau keinginan dari dalam diri terhadap tujuan pribadinya sendiri.
Sebagai contoh dari artikel diatas, anak-anak yang berada dikeluarga dengan ekonomi kebawah tidak bisa dan bahkan tidak mendapatkan perhatian penuh dari orangtuanya untuk memperoleh pendidikan yang seharusnya. Alasannya, selain karena ekonomi rendah, berupa motivasi ekstrinsik, yang mana orangtua tidak menyanggupi anaknya untuk sekolah karena lebih baik anak itu membantu mereka, orangtunya, bekerja dirumah, padahal memungkinkan untuk anak itu memiliki motivasi intrinsik, yang mana keinginan yang kuat untuk mendapatkan pendidikan dan juga motivasi intrinsik dimana anak kasihan melihat orangtuanya bekerja sendiri, dan dengan segera tertutupi oleh keinginan orangtua yang lebih menyanggupi anak tersebut untuk ikut membantu membantu mereka bekerja.

Fenomena Ketiga

Minat orangtua untuk memasukkan anaknya ke pendidikan anak usia dini, termasuk ke ke kelompok bermain dan taman kanak-kanak atau TK, cenderung meningkat. Fenomena ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya yang berada pada usia emas, 0-6 tahun.
Mudjito AK, Direktur Pembinaan SD dan TK Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta, Selasa (4/11), mengatakan, saat ini dari sekitar 28,24 juta anak usia 0-6 tahun, sekitar 11 juta anak atau 42,3 persen di antaranya sudah mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) formal maupun non-formal. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2004 yang baru mencapai sekitar 39 persen.
Dari sekitar 11 juta anak yang mengikuti PAUD, sekitar 4,2 juta anak dilayani di jenjang TK/ raudhatul athfal (RA) atau PAUD formal, sedangkan 6,8 juta anak lainnya mengikuti pendidikan di PAUD nonformal.Mudjito mengatakan, perluasan akses anak-anak usia TK dilakukan dengan menyediakan TK di setiap kecamatan atau menyelenggarakan TK di SD yang sudah ada bangunannya. Dengan demikian, SD dan TK diselenggarakan dalam satu atap. Dikembangkan pula PAUD nonformal di tingkat RT atau RW.

Berdasarkan teori bimbingan sekolah, "School counseling is one area where assessments and increasing accountability is helping to create a more progressive educational environment" 
maksudnya teori ini setuju dengan tindakan orangtua yg memiliki minat kuat memasukkan anak dalam area pendidikan sekolah sejak dini sekali, namun dalam konteks yang positif, tidak mengejar target terhadap anak, tidak menjadikan anak sesuai dengan apa yang orang tua inginkan. contohnya dari artikel diatas, orang tua memasukkan anak ke sekolah sejak dini adalah sebuah dampak positif dari orang tua dalam pendidikan anak selanjutnya.

Referensi pembahasan:

Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group
http://heru-id.blogspot.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.html 

Tes Inteligence

Senin, 14 Maret 2011

Jelaskan Teori Multiple Intelligence Howard Gardner ?

Teori tentang multiple intelligence ini berdasarkan pakar Psikologi Harvard Howard Gardner. Gardner mengemukakan bahwa pandangan klasik percaya bahwa inteligensi merupakan kapasitas kesatuan dari penalaran logis, dimana kemampuan abstraksi sangat bernilai. Inteligensi, menurut Gardner, merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam situasi budaya atau komunitas tertentu, yang terdiri dari tujuh macam inteligensi. Meskipun demikian, Gardner menyatakan bahwa jumlah tersebut bisa lebih atau kurang, tapi jelas bukan hanya satu kapasitas metal. jadi, Kenapa individu memilih berada dalam peran-peran yang berbeda (ahli fisika,petani, penari) memerlukan kerja berbagai kecerdasan sebagai suatu kombinasi, dalam penjelasannya ?

Karena Kecerdasan/keahlian menurutnya, merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nila IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi.

Gardner menekankan dalam jenis inteligensinya bahwa inteligensi hanya merupakan konstrak ilmiah yang secara potensial berguna.
 Jenis-jenis inteligensi Gardner :


    * Keahlian verbal: merupakan kemampuan untuk berpikir dengan kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan makna .keahlian ini diperlukan oleh penulis, wartawan, pembicara.
    * Keahlian matematika: keahlian tersebut mendasarkan diri pada kemampuan penggunaan penalaran, logika dan angka-angka matematis.Keahlian ini diperlukan oleh ahli matematika, pemrogram komputer, analis keuangan, akuntan, insinyur danilmuwan.
  * Keahlian spasial: merupakan keahlian seseorang yang berdasar pada kemampuan menangkap informasi visual atau spasial, mentransformasidan meodifikasinya, dan membentuk kembali gambaran visual tanpa stimulus fisik yang asli.
    * Keahlian tubuh-kinestetik : kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh dan memainkan benda-benda secara canggih, merupakan bentuk nyata dari kecerdasan tersebut. Melaui gerakan tubuh pula individu dapat berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya, mengingat dan memproses setiap informasi yang diterimanya. Kecerdasan ini dapat terlihat pada koreografer, penari, pemanjat tebing.
    * Keahlian musik : memungkinkan individu menciptakan, mengkomunikasikan dan memahami makna yang dihasilkan oleh suara.. Komponen inti dalam pemprosesan informasi meliputi pitch, ritme dan timbre. Terlihat pada komposer, konduktor, teknisi audio, mereka yang kompeten pada musik instrumentalia dan akustik.
    * Keahlian intrapersonal: kemampuan untuk memahami diri sendiri dan menata kehidupan dirinya secara efektif
    * Keahlian interpersonal : merupakan kecerdasan dalam berhubungan dan memahami orang lain di luar dirinya. Kecerdasan tersebut menuntun individu untuk melihat berbagai fenomena dari sudut pandang orang lain, agar dapat memahami bagaimana mereka melihat dan merasakan. Sehingga terbentuk kemampuan yang bagus dalam mengorganisasikan orang, menjalin kerjasama dengan orang lain ataupun menjaga kesatuan suatu kelompok.(guru teladan, professional kesehatan mental)
    * Keahlian naturalis : kemampuan untuk mengamati pola-pola di alam dan memahami sistem alam dan sistem buatan manusia (petani, ahli botani, ahli ekologi,ahli tanah)

Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta
http://fandi4tarakan.wordpress.com

KUPU-KUPU

Jumat, 11 Maret 2011

Suatu hari dalam kehidupan ku, dimana keindahan itu menjadi sangat istimewa bagi ku. aku mengira yang seharusnya ketika aku masih berumur enam atau tujuh tahun, hanya beberapa minggu atau mungkin sebulan sebelum panti asuhan memberikan ku ke orang tua asuh ku.

Di panti asuhan setiap pagi aku sudah bagun, lalu membuat tempat tidurku seperti halnya prajurit dan membersihkannya dengan rapi. Kemudian aku berbaris untuk sarapan dengan dua puluh atau tiga puluh anak laki-laki lain yang juga tinggal di asarama itu.

Setelah sarapan, di hari sabtu pagi aku kembali ke asrama dan melihat pemilik rumah tua itu. Ia sedang mengejar kupu-kupu cantik yang hidup dengan ratusan semak-semak yang berserakan di panti asuhan.

Dengan hati-hati aku menyaksikan bagaimana Ia menangkap makhluk-makhluk yang indah itu, satu demi satu, kemudian membuat jebakan seperti menempel peniti pada jebakannya itu kemudian kepala dan sayap mereka terjebak di peniti itu,lalu Ia menjepit mereka ke lembaran kardus besar.

Begitu kejamnya Ia telah membunuh sesuatu keindahan itu. Aku berjalan pelan-pelan dari dalam semak-semak itu sendirian, dengan begitu maka kupu-kupu dapat mendekatiku seperti mendekat di kepala, muka, dan tanganku sehingga aku juga bisa melihat mereka dari jarak yang begitu dekat.

Ketika telepon berdering pemilik rumah itu meletakkan kertas kardus besar ke bawah lantai dan masuk ke dalam rumah untuk menjawab telepon. kemudian aku berjalan ke kardus dan melihat kupu-kupu yang baru saja ditempelkan di kertas besar itu. Kupu-kupu itu masih bergerak.Pada saat aku melihatnya dan aku menyentuh sayap yang menyebabkan salah satu sayapnya rusak dan lengket di kardus itu. Lalu kupu-kupu itupun mulai terbang berputar-putar mencoba melepaskan diri tapi sayap yang satu lagi masih terjepit di peniti itu. Akhirnya sayap itu berhenti dan kupu-kupu itu jatuh ke tanah dan terlihat hanya mengelepar seperti mau mati.

Aku mengambil sayap kupu-kupu yang robek dan aku meludah pada sayapnya itu dan berusaha mengambilnya untuk menempel kembali. Sehingga kupu-kupu itu dapat terbang jauh dan bebas lagi sebelum pemilik rumah kembali melihat kardus tersebut. tapi itu tidak mungkin lagi.

Kemudian aku tersadar kalau pemilik rumah itu datang dan melihat saya sambil berteriak kepada ku. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku tidak melakukan apa-apa tapi dia tidak percaya kepadaku. Dia mengambil kertas karton dan mulai memukul kepala ku. Ada bermacam kupu-kupu yang sudah lepas kemana-mana. Melihat semua itu ,Dia melemparkan kardus itu di tanah dan menyuruh aku untuk mengambilnya dan meletakkannya ke dalam sampah yang terdapat diruang belakang asrama.

Aku duduk di tanah dekat pohon tua yang besar, untuk berapa waktu yang lama,aku berusaha untuk memenuhi semua potongan kupu-kupu agar utuh kembali. sehingga aku juga dapat menguburkan mereka semua, tetapi terlalu sulit untuk dilakukan.aku merasa sangat sedih ketika aku harus menguburkan kupu-kupu yang indah ini. Sebelumnnya aku berdoa untuk mereka kemudian aku memasukkan kupu-kupu itu ke dalam sebuah kotak sepatu dan aku menguburkan mereka dengan para bambu yang besar, dekat dengan semak-semak. aku sudah membangun sebuah rumah untuk tempat tinggal mereka.

Setiap tahun ketika kupu-kupu akan datang lagi ke panti asuhan itu dan mencoba untuk mendekati ku , aku akan mencoba mengusir agar mereka pergi karena mereka tidak tahu bahwa panti asuhan adalah tempat yang buruk untuk menjadi tempat tinggal mereka.

PERKULIAHAN Selasa, 8 Maret 2011

Rabu, 09 Maret 2011

Pada pertemuan Selasa, 8 Maret 2011 ini, kami mempelajari tentang kognitif, tujuan instruksional, dan motivasi. kami juga diperkenalkan dengan Johari windows yang mencerminkan bagaimana kita mengenal diri kita dan orang lain. Dengan pengantar itu, kami diminta untuk menilai kemudian mendiskusikan penilaian kami itu terhadap teman kami dengan menggunakan teori-teori yang ada.

Nah, kami sudah membahas bersama diruangan kelas untuk mengetahui bagaimana cerminan diri kami masing-masing. Tentang bagaimana menilai seseorang,dan penerimaan seseorang terhadap penilaian yang sudah diberikan. Sekarang saya akan membahas menurut psikologi pendidikan yang membahas tentang perkembangan kognitif menurut teori piaget. kenapa saya memilih teori ini ? karena Teori piaget menggunakan sebuah skema yang artinya adalah sebuah konsep atau kerangka yang eksis di dalam pikiran seseorang yang dipakai untuk mengorganisasikan dan menginterpertasikan informasi.kami juga disini menggunakan skema itu untuk menilai bagaimana cerminan dari teman kami dengan informasi yang selama ini sudah kami ketahui. Skema terbagi 2 yaitu:

Asimilasi yang artinya suatu proses mental yang terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada. Sepeti yang kami diskusikan tadi tentang gambaran masing-masing teman kami. Dalam hal ini menurut saya ,kami masih menggunakan skema asimilasi yang hanya melihat seorang teman kami hanya sebagian kecil dari sifatnya misal, kami menilai dia sebagai seorang yang percaya diri. kenapa kami bisa menilai seperti itu karena penampilan awal yang pertama kali kami lihat seperti itu. Nah, itu menjadi informasi dan perspektif kami untuk menilai bagaimana dirinya.

Akomodasi yang artinya suatu proses mental yang terjadi ketika anak menyesuaikan diri dengan informasi baru. Kenapa saya memasukkan akomodasi juga sebagai skema yang kami gunakan dalam menilai teman kami ? karena menurut saya, dalam penilaian untuk menggambarkan sesuatu kita tidak hanya melihat pada satu titik yang menyeluruh. Misal, kami menilai teman kami seorang yang percaya diri, disini kami hanya melihat dari sisi luarnya saja belum mengenal satu sama lain, tapi setelah mengenalnya lebih jauh dan mengingat kedekatan kami selama ini. kami semakin tahu dan menilai bahwa kepercaya dirinya itu tidak kompleks karena di suatu kondisi tertentu kami melihat bahwa dia bisa menjadi seorang yang sangat pemalu/tidak percaya diri.
Saya juga membahas secara  Motivasi yang artinya adalah proses yang memberi semangat, arah,dan kegigihan perilaku. Ini juga telah dipergaruhi oleh perspektif kognitif. Disini saya termotivasi oleh seorang dosen yang memberikan arahan, dan semangat untuk keaktifan belajar dan saya termotivasi untuk mengerjakan arahan yang diberikan oleh dosen karena keingin tahuan saya untuk melihat apa tujuan dari pembelajaran yang didiskusikan dalam kelompok tersebut merupakan motivasi saya juga untuk mengerjakannya.

Motivasi ekstrinsik yang artinya melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain(cara untuk mencapai tujuan). Menurut motivasi ekstrinsik ini contohnya, saya mengerjakan apa yang sudah di arahkan oleh dosen.Seperti menilai bagaimana cerminan teman-teman saya yang bisa menjadi gambaran dari dirinya. Kemudian saya ingin tahu setelah  mengerjakannya dan berdiskusi  tentang hal itu,Pembelajaran apa yang bisa saya dapat dari penilaian terhadap teman-teman saya itu. Didalam hal ini, semangat untuk keingin tahuan saya itulah yang membuat motivasi bagi saya untuk mengerjakan arahan dari dosen tersebut.

Motivasi intrinsik yang artinya motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Menurut motivasi intrinsik ini contohnya,dalam kelompok diminta untuk berdiskusi dan dalam diskusi itu kami saling menilai dan kami suka dengan hal itu karena secara tidak langsung dengan penilaian itu saya dan teman-teman saya ingin tahu.”Apa penilaian teman-teman terhadap saya ?”Nah, ini merupakan motivasi kami juga untuk berdiskusi, Tanya jawab, dan membuat kedekatan kami juga untuk saling mengenal dan memahami.

Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta

PROSES KOGNITIF

Senin, 07 Maret 2011

Pentingkah Kognitif Anak diperhatikan?

Tentu saja, kognitif anak penting untuk diperhatikan karena pada masa kanak-kanak adalah fase yang penting dalam kehidupan manusia. nah, kita ketahui bahwa Perkembembangan adalah pola perubahan biologis, kognitif, dan sosiemosional yang dimulai sejak lahir dan terus berlanjut di sepanjang hayat jadi,segala aspek perkembangan baik berupa aspek fisik maupun aspek psikis, tumbuh dan berkembang dengan cepat dan maksimal pada masa ini. Salah satu perkembangan yang banyak disorot dan diteliti oleh para ahli yaitu perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif dipandang sebagai suatu perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan anak, karena hal ini berkaitan dengan perkembangan kecerdasan intelektual, atau yang sering dikenal dengan istilah perkembangan pengetahuan dan penalaran pada diri anak.
 
Ada beberapa ahli yang teorinya sangat dikenal di dunia, yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak, yaitu Jean Piaget dan Vygotsky. Kedua ahli tersebut mempunyai pandangan yang berlainan mengenai perkembangan kognitif tersebut. Teori Piaget nama lainnya yaitu Teori belajar Kontruktivisme. Menurut teori Piaget, belajar merupakan proses interaksi antara pengetahuan dan pengalaman. Ketika anak mendapat pengalaman baru, maka ia akan mengasimilasikan pengalaman tersebut dan kemudian mengakomodasikannya. Asimilasi itu sendiri merupakan proses mental yang terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada.Misal, seorang anak melihat seekor burung kenari. Burung kenari itu ukurannya kecil, warnanya kuning ,dan bunyinya mencicit. Dia itu akan punya pandangan atau skema bahwa semua burung itu seperti burung kenari, yang kecil, kuning dan mencicit.
 
Setelah melalui proses asimilasi, anak akan berpindah pada proses akomodasi. Akomodasi merupakan bentuk penyesuaian yang berakibat penggantian skema akibat informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Misal, dari contoh asimilasi diatas, bahwa anak tersebut yang telah mempunyai skema bahwa semua burung mempunyai ciri seperti burung kenari, skemanya tersebut bisa berubah. Misalkan suatu saat ia melihat seekor burung onta yang besar, maka ia akan mengubah skema yang telah ada. Bahwa ternyata tidak semua burung itu mempunyai ciri-ciri yang sama seperti burung kenari, buktinya, ada burung yang ukurannya jauh lebih besar, dan juga bunyinya tidak mencicit.
 
Melalui kedua proses tersebut, sistem kognisi individu berubah dan berkembang sehingga akan meningkat dari satu tahap ke tahap berkutnya. Penyesuaian tersebut dilakukan karena individu ingin mencapai keadaan ekuilibrium, yaitu suatu mekanisme yang dikemukakan piaget untuk menjelaskan bagaimana anak bergerak dari satu tahap selanjutnya. Pergeseran ini terjadi saat anak mengalami konflik kognitif atau disekuilibrium dalam usahanya untuk memahami dunianya.Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif, tapi orang tersebut yang secara aktif membangun pengetahuannya.
 
Vygotsky seorang ahli yang sama-sama mengamati perkembangan kognitif, ia tidak sependapat dengan Peaget, Vygotsky menekankan pada pembelajaran sosiokultural. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing-masing individu dalam konsep budaya. Dalam teori kognitif Vygotsky terdapat dua konsep yang sangat penting, yang pertama yaitu Zona proximal Development ( ZPD ), yakni istilah Vygotsky untuk tugas-tugas yang terlalu sulit untuk dikuasai sendiri oleh anak-anak, tetapi yang dapat dikuasai dengan bimbingan dan bantuan dari orang-orang dewasa atau anak-anak yang yang lebih terampil. ZPD menekankan pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. Ketika seorang siswa mengerjakan pekerjaannya disekolah sendiri, perkembangan mereka akan lambat . jadi untuk memaksimalkan perkembangan siswa seharusnya bekerja dengan teman sebaya yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks. Melalui interaksi yang berturut-turut ini diharapkan dapat mengembangkan pengalaman berbicara, bersikap dan berdiskusi secara baik. 
Dengan melibatkan anak berdiskusi dan berfikir dalam mempelajari segala kejadian, akan mendorong anak untuk merefleksikan apa yang telah dikatakan atau diperbuatnya. Proses seperti ini dapat membuatnya menjadi manusia yang tahu siapa dirinya, dan mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat, komunitas dan alam semesta.

Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta


Senin, 18 April 2011

Psikologi Sekolah

Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak.

Kenapa sekolah bisa menjadi sumber stres pada anak?

Di sekolah, guru adalah pengganti orangtua bagi anak. Selain itu, tujuan pendidikan sesungguhnya adalah membentuk anak menjadi pribadi yang antara lain cerdas secara intelektual dan emosional. Kenyataannya, guru dan aturan sekolah seringkali menjadi sumber stres anak. Inilah contoh dan solusinya:
  • Terlalu banyak PR
Solusi: PR banyak tidak akan menimbulkan stres jika ada jadwal rutin untuk mengerjakannya. Orangtua harus membantu anak mengatur prioritas jadwal rutinnya di rumah. Lakukan kerjasama dengan pihak sekolah, diskusikan dengan guru bagaimana menciptakan PR dalam bentuk lain yang dapat dilakukan sambil bermain.
  • Ulangan/tes
Solusi: Seperti halnya PR, mengulang pelajaran di rumah sebaiknya dilakukan setiap hari. Dengan begitu, kapan pun ulangan diadakan, anak sudah siap. Namun, kalau soal tes memang dirasa sulit atau diluar kemampuan anak di tingkat yang sama, ayah ibu bersama orangtua yang lain bisa membicarakan ini dengan guru.
  • Dihukum/dipermalukan guru
Solusi: Bicaralah dengan pihak sekolah mengenai perasaan anak akibat dihukum atau dipermalukan guru di hadapan teman-temannya. Sebaiknya memang guru memberikan teguran lisan secara individual kepada anak yang melakukan kekeliruan. Ini penting supaya anak tetap merasa berharga kendati ia baru melakukan kesalahan.
Guru diperbolehkan memberikan sanksi sesuai aturan, tetapi guru tak boleh mengolok-olok anak didiknya. Olok-olok akan membuat anak merasa terhina tanpa dapat mengimbanginya, karena yang melakukan adalah pihak yang memiliki otoritas atas dirinya.
  • Harus tampil di depan kelas
Solusi: Jadikan acara presentasi ide dan hasil pekerjaan, juga mengerjakan soal di papan tulis, sebagai bagian dari kegiatan belajar. Sikap guru yang kooperatif, penuh penghargaan, dan ramah sangat membantu memupuk rasa percaya diri anak. Di rumah, orangtua bisa mengajak anak bermain peran yang mengharuskannya tampil di muka. Libatkan penghuni rumah lain sebagai pendengar.
  • Sekolah pagi
Solusi: Ciri-ciri anak yang mengalami stres karena harus bangun pagi antara lain mengeluh sakit di pagi hari, rewel, mengamuk, dan mogok sekolah. Atasi dengan memajukan jadwal tidurnya. Bangunkan anak secara bertahap dengan musik, cerita lucu atau suara binatang yang mampu menarik perhatiannya untuk bangun.

Ingatkan si kecil pada hal-hal menyenangkan yang akan dihadapi di hari itu, apakah teman-temannya, gurunya, atau bekal sekolahnya yang enak.
Peran psikolog sekolah: 

Seorang psikolog sekolah adalah  profesional utama yang terpercaya. tujuannya adalah penerapan prinsip-prinsip belajar ilmiah dan perilaku untuk memperbaiki sekolah terkait masalah dan untuk memfasilitasi pembelajaran dan pengembangan anak-anak di sekolah-sekolah umum Untuk mencapai tujuan ini  psikolog sekolah menyediakan jasa untuk anak-anak, guru, orang tua, lembaga masyarakat, dan sistem sekolah itu sendiri.
 

Apa saja kompetensi yang perlu dimiliki psikolog sekolah ?
 
- Managemen Kelas. memulai tahun ajaran baru, membuat struktur lingkungan belajar yang efektif, dan menagani situasi krisis. ini perlu ditetapkan oleh guru.
- Komunikasi dan Konsultasi Antar Pribadi. guru yang kurang efektif berkomunikasi dengan siswa, dengan siswa, degan orang tua. psikolog seharusnya tahu banyak tentang perkembangan dan penerapan ketrampilan interpersonal
- Ketrampilan Dasar Akademik dan Kehidupan.
- Ketrampilan Afektif/Sosial. Menjadi fasilitator dalam mengembangkan program instruksional untuk siswa dan melakukan pelatihan keterampilan-keterampilan afektif dan sosial.
- Struktur dan Organisasi Kelas. struktur kerja sama mencapai tujuan, pengajaran, perencanaan, dan penggunaan ruang,fasilitas, dan sarana.
- Pengembangan dan perencanaan sistem. mengembangkan sistem pengukuran yang efektif, sistem pengembangan staf, pengguanaan teknologi dalam pengajaran, dan pendekatan formal dan informal.
- Pengembangan Ketrampilan Staf.
- Perbedaan Individual dalam perkembangan dan belajar. membantu pemahaman personalia sekolah mengenai perbedaan individual.
- Hubungan Sekolah dengan Masyarakat.
- Pengajaran. Proses belajar mengajar secar efektif. membantu guru menambah intensitas belajar siswa, memotivasi, dan meningkatkan cara mengajar.
- Isu Etika dan Hukum
- Pengukuran dan Evaluasi.
- Perhatian Mengenai Budaya yang berbeda-beda.
- Penelitian

 
Daftar Pustaka:

Sukadji,S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah.Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas
http://www.caspsurveys.org/new/pdfs/school_psych_gen_ed.pdf 

Senin, 11 April 2011

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Siapakah anak yang menderita ketidakmampuan dan bagaimana cara meningkatkan kemampuan belajarnya ?

Gangguan organ indra (sensory): mencangkup gangguan atau kerusakan penglihatan dan pendengaran.
  •      Gangguan penglihatan 
Gangguan penglihatan merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami hambatan untuk melakukan kegiatan sehari-hari atau dalam dunia pendidikan gangguan penglihatan merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami hambatan dalam belajar sekalipun sudah menggunakan alat bantu dan cara mengajarnya membutuhkan layanan khusus.
Bergangguan penglihatan juga dibagi kedalam beberapa klasifikasi dan orang yang bergangguan penglihatan biasanya mempunyai kriteria khusus dalam kegiatan sehari-harinya, serta mempunyai kebiasaan aneh yaitu suka menggoyang-goyangkan kepala, berjalan mondar-mandir yang semuanya tidak mereka sadari bahwa hal itu mengundang keanehan dari penglihatan orang normal. 

Low vision : anak yg punya jarak pandang antara 20/70 dan 20/200.Apabila di bantu lensa korektif, anak dapat membaca buku dengan huruf besar-besar atau dengan bantuan kaca mata pembesar

Educationally blind: anak yang tidak bisa menggunakan penglihatan mereka untuk belajar dan harus menggunakan pendengaran dan sentuhan untuk belajar.

Cara untuk meningkatkan kemampuan belajarnya  :
  1. Dengan menentukan modalitas (seperti sentuhan atau pedengaran) dengan ini murid dapat belajar dengan baik
  2. Anak yang lemah penglihatan lebih baik disuruh duduk di bangku paling depan.
  3. “Buku rekaman” (recorded textbook) buatan recording for the Blind&Dyslecix telah banyak membantu kemajuan pendidikan dari murid yang mengalami gangguan penglihatan
  •     Gangguan pendengaran
 Gangguan pendengaran dapat menyulitkan proses belajar anak. Anak yang tuli secara lahir atau menderita tuli saat masih anak-anak  biasanya lemah dalam kemampuan berbicara dan bahasanya.

Terapi anak
Cara untuk meningkatkan kemampuan belajarnya  :
  1. Dilakukan pendekatan oral dan pendekatan manual.
  2. Pendekatan oral ,menggunakan metode membaca gerak bibir, speech reading ( menggunakan alat visual untuk mengajar membaca), dan sejenisnya.
  3. Pendekatan manual ,dengan bahasa isyarat dan mengeja jari (finger spelling). Bahasa isyarat adalah sistem gerakan tangan yang melambangkan kata.
Beberapa kemajuan medis dan teknologi, yang telah meningkatkan kemampuan belajar anak yang menderita masalah pendengaran (Boyles & Contadino,1997):
  • Pemasangan cochlear (dengan prosedur pembedahan). Ini adalah cara konroversial karena banyak komunitas orang tuli menentangnya, sebab menganggap instrusif dan melukai kultur orang tuli. Yang lainnya beranggapan bahwa pemasangan cochlear ini biasa meningkatkan kualitas hidup banyak anak yang menderita problem pendengangaran (Hallahan & Kauffman,2003)
  • Menempatkan semacam alat di telinga ( prosedur pembedahan untuk disfungsi telinga tingkat menegah).
  • Sistem hearing aids dan ampkifikasi
  • Perangkat telekomunikasi, teletypewriter-telephone, dan RadioMail (menggunakan internet)
Bagaimana sikap seorang Guru mengajar anak yang menderita gangguan pendengaran ?
  1. Bersikap sabar
  2. Berbicara secara wajar( tidak terlalu cepat atau terlalu lambat)
  3. Jangan berteriak, sebab tindakaan ini tidak akan membantu. Berbica dengan jelas akan banyak membantu.
  4. Kurangi gangguan dan suara bising
  5. Tatap murid yang anda ajak bicara, karena murid perlu membaca bibir anda dan melihat isyarat anda
Pelayanan seperti apakah yang dilakukan untuk anak berkebutuhan khusus ?
  • Guru kelas reguler : bertanggung jawab memberikan lebih banyak pendidikan anak yang menderita ketidakmampuan belajar dan memberikan pendidikan yang lebih efektif. 
  • Guru sumber daya : dapat memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi banyak anak yang mengalami ketidakmampuan belajar. bertugas untuk meningkatkan anak-anak dalam kemampuan membaca, menulis, atau matematika. 
  • Guru pendidikan khusus : biasanya mengemban tanggung jawab lebih besar
  • Pelayanan terkait : selain guru kelas reguler, guru sumber daya, dan guru pendidikan khusus, ada sejumlah personel pendidikan khusus lainnya yang memberikan pelayanan pendidikan anak yang menderita ketidakmampuan. seperti ; asisten guru, psikolog, konselor, pekerja sosial sekolah, perawat, dokter, terapis, dan terapis fisik, serta spesialis guru bicara dan mendengar, seperti audiologis. 
  • Konsultasi kolaboratif dan tim interaktif : orang dengan berbagai keahlian akan berinteraksi untuk memberikan pelayanan bagi anak. dan ini sering menguntungkan anak dan meningkatkan keahlian dan sikap mereka terhadap guru. berbagai keahlian ini untuk menyusun alternatif pendekatan pengajaran yang efektif dalam merencanakan pendidikan.
Daftar pustaka :

Santrock, J.W. 2010. Psikologi Pendidikan edisi kedua. Jakarta: Kencana.


Rabu, 06 April 2011

Fenomena Pendidikan di Indonesia


Pada kuliah online hari ini yang kami ikuti kami membahas 3 fenomena pendidikan di Indonesia serta mengkaitkannya dengan teori.
Fenomena Pertama


Anak Tidak Mau Sekolah
SUMBER : http://www.psikologizone.com/anak-tidak-mau-sekolah
Pada artikel ini, diceritakan bahwa ada seorang anak bernama Reza yang baru beberapa hari tahun ajaran sekolah dimulai, Reza tiba-tiba saja mogok sekolah. Ketika ditanya masalahnya, ia emoh cerita. Esoknya, Sang Ibu mengetahui dari teman sekelas Reza, kalau kemarin Reza baru dimarahi gurunya karena lupa membawa buku tugas.Kategori usia anak yang suka melakukan mogok sekolah adalah anak-anak yang masih sekolah di tingkat playgroup , TK, atau SD
Penyebab Reza mogok Sekolah atau anak-anak lain mogok sekolah bisa diakibat oleh dua faktor yaitu Internal dan Eksternal. Internal sendiri berupa itu biasanya ada di dalam diri Si Anak (berhubungan dengan karakteristik anak), situasi rumah, dan merasa cemas karena harus berpisah dengan salah satu orang terdekatnya (separation anxiety ), seperti ibu atau pengasuhnya. kalau faktor eksternalnya sendiri berupa Sedang faktor penyebab eksternal, lebih ke masalah lingkungan sekolah yang membuatnya merasa tidak nyaman. Misalnya, ternyata mainan di rumahnya lebih banyak dan menarik dibanding di sekolah, teman-teman di sekolah suka mengisenginya (bully ), anak susah beradaptasi dengan lingkungan sekolah, atau gurunya galak.
Dalam kasus ini sendiri kita bisa lihat yang lebih banyak berpengaruh adalah karena faktor eksternal yaitu dari kondisi lingkungannya lebih tepatnya karena faktor si guru.

Dari permasalahan ini, kelompok kami menggunakan Pendekatan Learning yaitu Classical Conditioning. Dimana pada kasus ini yang berperan sebagai UCS nya sekolah UCS nya guru galak/kritik guru dan UCRnya anak takut atau cemas dan kemudia CSnya adalah sekolah. dimana nantinya UCS dan CS diberikan secara bersama-sama sehingga menghasilkan CR berupa anak takut atau dengan kata lain, hanya dengar sekolah aja dia langsung gak mau sekolah karena pemberian stimulus antara guru galak dan sekolah tadi diberikan secara bersama-sama, tanpa ditampilkan wujud sang guru dia langsung cemas dan takut kalau disebutkan sekolah. 
Teori Bimbingan Orangtua

Bimbingan orangtua sangat dibutuhkan pada kasus ini agar semnagat belajar anak tambah tinggi. dimana Keluarga menjadi tempat pertama pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan perannya.
Menurut Kartono (1991;63) bahwa "Orang tua merupakan orang pertama dan utama yang mampu, serta berhak menolong keturunannya dan mendidik anaknya". Orang tua peranannya dalam keluarga dan dapat menciptakan ikatan emosianal dengan anaknya, menciptakan suasana aman dirumah sehingga orang tua/rumah merupakan tempat anak untuk kembali, menjadi contoh/model bagi anaknya, memberikan disiplin dan memperbaiki tingkah laku anak, menciptakan jaringan komunikasi diantara anggota keluarga.
Pengawasan dan bimbingan orang tua dirumah mutlak diperlukan karena adanya bimbingan, orang tua dapat mengawasi dan dapat mengetahui segala kekurangan dan kesulitan anak dalam belajarnya. Gunarso (1983;64) menyatakan sebagai berikut :
"Orang tua berperan besar dalam mengajar, mendidik, memberikan bimbingan, dan menyediakan sarana belajar serta memberi teladan pada anak sesuai dengan nilai moral yang berfaku atau tingkah laku yang perlu dihindari".
Bimbingan dari orang tua dapat juga berperan sebagai cara untuk peningkatan disiplin terutama dalam belajarnya. Ahmadi (1991;82) menyatakan bahwa "Anak belajar memerlukan bimbingan dari orang tua agar sikap dewasa dan tanggung jawab belajar tumbuh pada diri anak".

Pada kasus ini solusi yang tepat bisa dilakukan adalah :
1. jangan omelin anak,,, kalau orangtua semakin omelin anak, yang dah anak menjadi lebih takut dan cemas
2. berikan dia semngat : Ketika anak bisa menguasai rasa takutnya dan mau sekolah lagi, usahakan selalu memberikan mereka pujian kasih sayang, bukan hadiah barang karena yang dibutuhkan adalah dukungan mental. Hadiah “verbal” ini misalnya seperti, “Mama bangga hari ini kamu enggak nangis.” Setiap kemajuan, sekalipun kecil, harus tetap dihargai. Meskipun esoknya Si Anak menangis lagi, ya tidak apa-apa, orang tua tetap harus sabar. Orangtua tetap harus membesarkan hatinya secara verbal, “Ayo, kamu pasti bisa!” Ingat, semangat itu mampu menumbuhkan motivasi anak.
Nah, dengan menyadari permasalahan anak, Anda bisa berpikir jernih membantu setiap masalahnya.
3. Bicara Dua Arah Jika memang masalahnya bukan karena separation anxiety , ajaklah ia berkomunikasi agar bisa mengindentifikasi perasaan anak. Usahakan diskusi dilakukan dari hati ke hati, dua arah, dan dengan menekankan mengapa anak mogok sekolah.
Dengan mengetahui masalahnya, Si Anak merasa orang tua mau mengerti dan orang tua juga tahu seperti apa sudut pandang anak.
Menyiapkan mental anak adalah yang terpenting. Orang tua jangan pernah lelah menyemangati anak berulang-ulang. Semangat itu bisa mengubah rasa takut anak menjadi motivasi positif baginya.

Fenomena Kedua
http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/22/09451015
Pada artikel ini meceritakan Rawan pangan akibat kekeringan tidak hanya menimbulkan masalah gizi buruk pada anak-anak di bawah usia 5 tahun di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tetapi juga mengancam kelancaran pendidikan. Ratusan anak usia sekolah di daerah itu terancam putus sekolah karena ketiadaan biaya. Gagal panen tahun ini membuat orangtua tidak punya pilihan lain selain memberhentikan anak-anak mereka dari pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Sejumlah orangtua juga memilih mengistirahatkan anak mereka di rumah sambil membantu mereka karena sekolah jauh dari permukiman dan mereka tak memiliki biaya transportasi.Kepala Dusun Kamaru, Desa Tanamana, Kecamatan Pahunga Lodu, Hamana Remang, Senin (19/4/2010), mengatakan, sebelum kasus ancaman rawan pangan di desa itu, kasus putus sekolah di daerah itu sudah cukup tinggi. Saat ini, anak-anak SD di Dusun Kamaru mulai kendur semangat belajarnya karena banyak yang pergi ke sekolah berjalan kaki berkilometer jauhnya, tanpa diberi makan dari rumah. Tiga siswa kelas II SLTA yang sekolah di Waingapu pun dalam satu bulan ini berada di dusun dengan alasan tak ada biaya makan, minum, dan kebutuhan lain. Saat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono berkunjung ke Desa Hambapraing, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur, Sabtu pekan lalu, Yustina Kongawardan (15) menceritakan kegalauannya karena tak bisa melanjutkan sekolah.

Teori pendidikan

Pendekatan Motivasi, ekstrinsik dan intrinsik, dimana Motivasi ekstrinsik merupakan suatu dorongan dari luar terhadap tujuan pribadi seseorang, sedangkan Motivasi intrinsik merupakan dorongan dari dalam atau keinginan dari dalam diri terhadap tujuan pribadinya sendiri.
Sebagai contoh dari artikel diatas, anak-anak yang berada dikeluarga dengan ekonomi kebawah tidak bisa dan bahkan tidak mendapatkan perhatian penuh dari orangtuanya untuk memperoleh pendidikan yang seharusnya. Alasannya, selain karena ekonomi rendah, berupa motivasi ekstrinsik, yang mana orangtua tidak menyanggupi anaknya untuk sekolah karena lebih baik anak itu membantu mereka, orangtunya, bekerja dirumah, padahal memungkinkan untuk anak itu memiliki motivasi intrinsik, yang mana keinginan yang kuat untuk mendapatkan pendidikan dan juga motivasi intrinsik dimana anak kasihan melihat orangtuanya bekerja sendiri, dan dengan segera tertutupi oleh keinginan orangtua yang lebih menyanggupi anak tersebut untuk ikut membantu membantu mereka bekerja.

Fenomena Ketiga

Minat orangtua untuk memasukkan anaknya ke pendidikan anak usia dini, termasuk ke ke kelompok bermain dan taman kanak-kanak atau TK, cenderung meningkat. Fenomena ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya yang berada pada usia emas, 0-6 tahun.
Mudjito AK, Direktur Pembinaan SD dan TK Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta, Selasa (4/11), mengatakan, saat ini dari sekitar 28,24 juta anak usia 0-6 tahun, sekitar 11 juta anak atau 42,3 persen di antaranya sudah mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) formal maupun non-formal. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2004 yang baru mencapai sekitar 39 persen.
Dari sekitar 11 juta anak yang mengikuti PAUD, sekitar 4,2 juta anak dilayani di jenjang TK/ raudhatul athfal (RA) atau PAUD formal, sedangkan 6,8 juta anak lainnya mengikuti pendidikan di PAUD nonformal.Mudjito mengatakan, perluasan akses anak-anak usia TK dilakukan dengan menyediakan TK di setiap kecamatan atau menyelenggarakan TK di SD yang sudah ada bangunannya. Dengan demikian, SD dan TK diselenggarakan dalam satu atap. Dikembangkan pula PAUD nonformal di tingkat RT atau RW.

Berdasarkan teori bimbingan sekolah, "School counseling is one area where assessments and increasing accountability is helping to create a more progressive educational environment" 
maksudnya teori ini setuju dengan tindakan orangtua yg memiliki minat kuat memasukkan anak dalam area pendidikan sekolah sejak dini sekali, namun dalam konteks yang positif, tidak mengejar target terhadap anak, tidak menjadikan anak sesuai dengan apa yang orang tua inginkan. contohnya dari artikel diatas, orang tua memasukkan anak ke sekolah sejak dini adalah sebuah dampak positif dari orang tua dalam pendidikan anak selanjutnya.

Referensi pembahasan:

Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group
http://heru-id.blogspot.com/2010/02/teori-tentang-bimbingan-orang-tua.html 

Senin, 14 Maret 2011

Tes Inteligence

Jelaskan Teori Multiple Intelligence Howard Gardner ?

Teori tentang multiple intelligence ini berdasarkan pakar Psikologi Harvard Howard Gardner. Gardner mengemukakan bahwa pandangan klasik percaya bahwa inteligensi merupakan kapasitas kesatuan dari penalaran logis, dimana kemampuan abstraksi sangat bernilai. Inteligensi, menurut Gardner, merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam situasi budaya atau komunitas tertentu, yang terdiri dari tujuh macam inteligensi. Meskipun demikian, Gardner menyatakan bahwa jumlah tersebut bisa lebih atau kurang, tapi jelas bukan hanya satu kapasitas metal. jadi, Kenapa individu memilih berada dalam peran-peran yang berbeda (ahli fisika,petani, penari) memerlukan kerja berbagai kecerdasan sebagai suatu kombinasi, dalam penjelasannya ?

Karena Kecerdasan/keahlian menurutnya, merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nila IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi.

Gardner menekankan dalam jenis inteligensinya bahwa inteligensi hanya merupakan konstrak ilmiah yang secara potensial berguna.
 Jenis-jenis inteligensi Gardner :


    * Keahlian verbal: merupakan kemampuan untuk berpikir dengan kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan makna .keahlian ini diperlukan oleh penulis, wartawan, pembicara.
    * Keahlian matematika: keahlian tersebut mendasarkan diri pada kemampuan penggunaan penalaran, logika dan angka-angka matematis.Keahlian ini diperlukan oleh ahli matematika, pemrogram komputer, analis keuangan, akuntan, insinyur danilmuwan.
  * Keahlian spasial: merupakan keahlian seseorang yang berdasar pada kemampuan menangkap informasi visual atau spasial, mentransformasidan meodifikasinya, dan membentuk kembali gambaran visual tanpa stimulus fisik yang asli.
    * Keahlian tubuh-kinestetik : kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh dan memainkan benda-benda secara canggih, merupakan bentuk nyata dari kecerdasan tersebut. Melaui gerakan tubuh pula individu dapat berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya, mengingat dan memproses setiap informasi yang diterimanya. Kecerdasan ini dapat terlihat pada koreografer, penari, pemanjat tebing.
    * Keahlian musik : memungkinkan individu menciptakan, mengkomunikasikan dan memahami makna yang dihasilkan oleh suara.. Komponen inti dalam pemprosesan informasi meliputi pitch, ritme dan timbre. Terlihat pada komposer, konduktor, teknisi audio, mereka yang kompeten pada musik instrumentalia dan akustik.
    * Keahlian intrapersonal: kemampuan untuk memahami diri sendiri dan menata kehidupan dirinya secara efektif
    * Keahlian interpersonal : merupakan kecerdasan dalam berhubungan dan memahami orang lain di luar dirinya. Kecerdasan tersebut menuntun individu untuk melihat berbagai fenomena dari sudut pandang orang lain, agar dapat memahami bagaimana mereka melihat dan merasakan. Sehingga terbentuk kemampuan yang bagus dalam mengorganisasikan orang, menjalin kerjasama dengan orang lain ataupun menjaga kesatuan suatu kelompok.(guru teladan, professional kesehatan mental)
    * Keahlian naturalis : kemampuan untuk mengamati pola-pola di alam dan memahami sistem alam dan sistem buatan manusia (petani, ahli botani, ahli ekologi,ahli tanah)

Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta
http://fandi4tarakan.wordpress.com

Jumat, 11 Maret 2011

KUPU-KUPU

Suatu hari dalam kehidupan ku, dimana keindahan itu menjadi sangat istimewa bagi ku. aku mengira yang seharusnya ketika aku masih berumur enam atau tujuh tahun, hanya beberapa minggu atau mungkin sebulan sebelum panti asuhan memberikan ku ke orang tua asuh ku.

Di panti asuhan setiap pagi aku sudah bagun, lalu membuat tempat tidurku seperti halnya prajurit dan membersihkannya dengan rapi. Kemudian aku berbaris untuk sarapan dengan dua puluh atau tiga puluh anak laki-laki lain yang juga tinggal di asarama itu.

Setelah sarapan, di hari sabtu pagi aku kembali ke asrama dan melihat pemilik rumah tua itu. Ia sedang mengejar kupu-kupu cantik yang hidup dengan ratusan semak-semak yang berserakan di panti asuhan.

Dengan hati-hati aku menyaksikan bagaimana Ia menangkap makhluk-makhluk yang indah itu, satu demi satu, kemudian membuat jebakan seperti menempel peniti pada jebakannya itu kemudian kepala dan sayap mereka terjebak di peniti itu,lalu Ia menjepit mereka ke lembaran kardus besar.

Begitu kejamnya Ia telah membunuh sesuatu keindahan itu. Aku berjalan pelan-pelan dari dalam semak-semak itu sendirian, dengan begitu maka kupu-kupu dapat mendekatiku seperti mendekat di kepala, muka, dan tanganku sehingga aku juga bisa melihat mereka dari jarak yang begitu dekat.

Ketika telepon berdering pemilik rumah itu meletakkan kertas kardus besar ke bawah lantai dan masuk ke dalam rumah untuk menjawab telepon. kemudian aku berjalan ke kardus dan melihat kupu-kupu yang baru saja ditempelkan di kertas besar itu. Kupu-kupu itu masih bergerak.Pada saat aku melihatnya dan aku menyentuh sayap yang menyebabkan salah satu sayapnya rusak dan lengket di kardus itu. Lalu kupu-kupu itupun mulai terbang berputar-putar mencoba melepaskan diri tapi sayap yang satu lagi masih terjepit di peniti itu. Akhirnya sayap itu berhenti dan kupu-kupu itu jatuh ke tanah dan terlihat hanya mengelepar seperti mau mati.

Aku mengambil sayap kupu-kupu yang robek dan aku meludah pada sayapnya itu dan berusaha mengambilnya untuk menempel kembali. Sehingga kupu-kupu itu dapat terbang jauh dan bebas lagi sebelum pemilik rumah kembali melihat kardus tersebut. tapi itu tidak mungkin lagi.

Kemudian aku tersadar kalau pemilik rumah itu datang dan melihat saya sambil berteriak kepada ku. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku tidak melakukan apa-apa tapi dia tidak percaya kepadaku. Dia mengambil kertas karton dan mulai memukul kepala ku. Ada bermacam kupu-kupu yang sudah lepas kemana-mana. Melihat semua itu ,Dia melemparkan kardus itu di tanah dan menyuruh aku untuk mengambilnya dan meletakkannya ke dalam sampah yang terdapat diruang belakang asrama.

Aku duduk di tanah dekat pohon tua yang besar, untuk berapa waktu yang lama,aku berusaha untuk memenuhi semua potongan kupu-kupu agar utuh kembali. sehingga aku juga dapat menguburkan mereka semua, tetapi terlalu sulit untuk dilakukan.aku merasa sangat sedih ketika aku harus menguburkan kupu-kupu yang indah ini. Sebelumnnya aku berdoa untuk mereka kemudian aku memasukkan kupu-kupu itu ke dalam sebuah kotak sepatu dan aku menguburkan mereka dengan para bambu yang besar, dekat dengan semak-semak. aku sudah membangun sebuah rumah untuk tempat tinggal mereka.

Setiap tahun ketika kupu-kupu akan datang lagi ke panti asuhan itu dan mencoba untuk mendekati ku , aku akan mencoba mengusir agar mereka pergi karena mereka tidak tahu bahwa panti asuhan adalah tempat yang buruk untuk menjadi tempat tinggal mereka.

Rabu, 09 Maret 2011

PERKULIAHAN Selasa, 8 Maret 2011

Pada pertemuan Selasa, 8 Maret 2011 ini, kami mempelajari tentang kognitif, tujuan instruksional, dan motivasi. kami juga diperkenalkan dengan Johari windows yang mencerminkan bagaimana kita mengenal diri kita dan orang lain. Dengan pengantar itu, kami diminta untuk menilai kemudian mendiskusikan penilaian kami itu terhadap teman kami dengan menggunakan teori-teori yang ada.

Nah, kami sudah membahas bersama diruangan kelas untuk mengetahui bagaimana cerminan diri kami masing-masing. Tentang bagaimana menilai seseorang,dan penerimaan seseorang terhadap penilaian yang sudah diberikan. Sekarang saya akan membahas menurut psikologi pendidikan yang membahas tentang perkembangan kognitif menurut teori piaget. kenapa saya memilih teori ini ? karena Teori piaget menggunakan sebuah skema yang artinya adalah sebuah konsep atau kerangka yang eksis di dalam pikiran seseorang yang dipakai untuk mengorganisasikan dan menginterpertasikan informasi.kami juga disini menggunakan skema itu untuk menilai bagaimana cerminan dari teman kami dengan informasi yang selama ini sudah kami ketahui. Skema terbagi 2 yaitu:

Asimilasi yang artinya suatu proses mental yang terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada. Sepeti yang kami diskusikan tadi tentang gambaran masing-masing teman kami. Dalam hal ini menurut saya ,kami masih menggunakan skema asimilasi yang hanya melihat seorang teman kami hanya sebagian kecil dari sifatnya misal, kami menilai dia sebagai seorang yang percaya diri. kenapa kami bisa menilai seperti itu karena penampilan awal yang pertama kali kami lihat seperti itu. Nah, itu menjadi informasi dan perspektif kami untuk menilai bagaimana dirinya.

Akomodasi yang artinya suatu proses mental yang terjadi ketika anak menyesuaikan diri dengan informasi baru. Kenapa saya memasukkan akomodasi juga sebagai skema yang kami gunakan dalam menilai teman kami ? karena menurut saya, dalam penilaian untuk menggambarkan sesuatu kita tidak hanya melihat pada satu titik yang menyeluruh. Misal, kami menilai teman kami seorang yang percaya diri, disini kami hanya melihat dari sisi luarnya saja belum mengenal satu sama lain, tapi setelah mengenalnya lebih jauh dan mengingat kedekatan kami selama ini. kami semakin tahu dan menilai bahwa kepercaya dirinya itu tidak kompleks karena di suatu kondisi tertentu kami melihat bahwa dia bisa menjadi seorang yang sangat pemalu/tidak percaya diri.
Saya juga membahas secara  Motivasi yang artinya adalah proses yang memberi semangat, arah,dan kegigihan perilaku. Ini juga telah dipergaruhi oleh perspektif kognitif. Disini saya termotivasi oleh seorang dosen yang memberikan arahan, dan semangat untuk keaktifan belajar dan saya termotivasi untuk mengerjakan arahan yang diberikan oleh dosen karena keingin tahuan saya untuk melihat apa tujuan dari pembelajaran yang didiskusikan dalam kelompok tersebut merupakan motivasi saya juga untuk mengerjakannya.

Motivasi ekstrinsik yang artinya melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain(cara untuk mencapai tujuan). Menurut motivasi ekstrinsik ini contohnya, saya mengerjakan apa yang sudah di arahkan oleh dosen.Seperti menilai bagaimana cerminan teman-teman saya yang bisa menjadi gambaran dari dirinya. Kemudian saya ingin tahu setelah  mengerjakannya dan berdiskusi  tentang hal itu,Pembelajaran apa yang bisa saya dapat dari penilaian terhadap teman-teman saya itu. Didalam hal ini, semangat untuk keingin tahuan saya itulah yang membuat motivasi bagi saya untuk mengerjakan arahan dari dosen tersebut.

Motivasi intrinsik yang artinya motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Menurut motivasi intrinsik ini contohnya,dalam kelompok diminta untuk berdiskusi dan dalam diskusi itu kami saling menilai dan kami suka dengan hal itu karena secara tidak langsung dengan penilaian itu saya dan teman-teman saya ingin tahu.”Apa penilaian teman-teman terhadap saya ?”Nah, ini merupakan motivasi kami juga untuk berdiskusi, Tanya jawab, dan membuat kedekatan kami juga untuk saling mengenal dan memahami.

Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta

Senin, 07 Maret 2011

PROSES KOGNITIF

Pentingkah Kognitif Anak diperhatikan?

Tentu saja, kognitif anak penting untuk diperhatikan karena pada masa kanak-kanak adalah fase yang penting dalam kehidupan manusia. nah, kita ketahui bahwa Perkembembangan adalah pola perubahan biologis, kognitif, dan sosiemosional yang dimulai sejak lahir dan terus berlanjut di sepanjang hayat jadi,segala aspek perkembangan baik berupa aspek fisik maupun aspek psikis, tumbuh dan berkembang dengan cepat dan maksimal pada masa ini. Salah satu perkembangan yang banyak disorot dan diteliti oleh para ahli yaitu perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif dipandang sebagai suatu perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan anak, karena hal ini berkaitan dengan perkembangan kecerdasan intelektual, atau yang sering dikenal dengan istilah perkembangan pengetahuan dan penalaran pada diri anak.
 
Ada beberapa ahli yang teorinya sangat dikenal di dunia, yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak, yaitu Jean Piaget dan Vygotsky. Kedua ahli tersebut mempunyai pandangan yang berlainan mengenai perkembangan kognitif tersebut. Teori Piaget nama lainnya yaitu Teori belajar Kontruktivisme. Menurut teori Piaget, belajar merupakan proses interaksi antara pengetahuan dan pengalaman. Ketika anak mendapat pengalaman baru, maka ia akan mengasimilasikan pengalaman tersebut dan kemudian mengakomodasikannya. Asimilasi itu sendiri merupakan proses mental yang terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada.Misal, seorang anak melihat seekor burung kenari. Burung kenari itu ukurannya kecil, warnanya kuning ,dan bunyinya mencicit. Dia itu akan punya pandangan atau skema bahwa semua burung itu seperti burung kenari, yang kecil, kuning dan mencicit.
 
Setelah melalui proses asimilasi, anak akan berpindah pada proses akomodasi. Akomodasi merupakan bentuk penyesuaian yang berakibat penggantian skema akibat informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Misal, dari contoh asimilasi diatas, bahwa anak tersebut yang telah mempunyai skema bahwa semua burung mempunyai ciri seperti burung kenari, skemanya tersebut bisa berubah. Misalkan suatu saat ia melihat seekor burung onta yang besar, maka ia akan mengubah skema yang telah ada. Bahwa ternyata tidak semua burung itu mempunyai ciri-ciri yang sama seperti burung kenari, buktinya, ada burung yang ukurannya jauh lebih besar, dan juga bunyinya tidak mencicit.
 
Melalui kedua proses tersebut, sistem kognisi individu berubah dan berkembang sehingga akan meningkat dari satu tahap ke tahap berkutnya. Penyesuaian tersebut dilakukan karena individu ingin mencapai keadaan ekuilibrium, yaitu suatu mekanisme yang dikemukakan piaget untuk menjelaskan bagaimana anak bergerak dari satu tahap selanjutnya. Pergeseran ini terjadi saat anak mengalami konflik kognitif atau disekuilibrium dalam usahanya untuk memahami dunianya.Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif, tapi orang tersebut yang secara aktif membangun pengetahuannya.
 
Vygotsky seorang ahli yang sama-sama mengamati perkembangan kognitif, ia tidak sependapat dengan Peaget, Vygotsky menekankan pada pembelajaran sosiokultural. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing-masing individu dalam konsep budaya. Dalam teori kognitif Vygotsky terdapat dua konsep yang sangat penting, yang pertama yaitu Zona proximal Development ( ZPD ), yakni istilah Vygotsky untuk tugas-tugas yang terlalu sulit untuk dikuasai sendiri oleh anak-anak, tetapi yang dapat dikuasai dengan bimbingan dan bantuan dari orang-orang dewasa atau anak-anak yang yang lebih terampil. ZPD menekankan pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. Ketika seorang siswa mengerjakan pekerjaannya disekolah sendiri, perkembangan mereka akan lambat . jadi untuk memaksimalkan perkembangan siswa seharusnya bekerja dengan teman sebaya yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks. Melalui interaksi yang berturut-turut ini diharapkan dapat mengembangkan pengalaman berbicara, bersikap dan berdiskusi secara baik. 
Dengan melibatkan anak berdiskusi dan berfikir dalam mempelajari segala kejadian, akan mendorong anak untuk merefleksikan apa yang telah dikatakan atau diperbuatnya. Proses seperti ini dapat membuatnya menjadi manusia yang tahu siapa dirinya, dan mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat, komunitas dan alam semesta.

Daftar Pustaka:
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta